IHSG Dibuka Memerah Iringi Kejatuhan Bursa Asia
Selasa, 07 Februari 2017 - 09:39 WIB
IHSG Dibuka Memerah Iringi Kejatuhan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka memerah usai kehilangan 4,98 poin atau 0,09% ke level 5.391,02. Penyusutan bursa saham Tanah Air mengiringi kejatuhan bursa utama Asia yang mayoritas juga mengalami kejatuhan.
Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir pada zona aman alias menghijau dengan kenaikan 35,23 poin atau 0,66% ke level 5.396,00. Lonjakan pada perdagangan awal pekan kemarin terjadi saat mayoritas bursa Asia juga mencatatkan hasil positif.
Sementara pada perdagangan hari ini, sektor dalam negeri memperlihatkan pelemahan dipimpin sektor konsumen yang berkurang 0,47% diikuti manufaktur 0.31%. Sedangkan kenaikan terjadi pada dua sektor yakni pertanian dan pertambangan yang masing-masing meningkat 0,12% dan 0,10%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp20 miliar dengan 6,1 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp35,9 milair dan aksi beli asing mencapai Rp30,7 miliar. Tercatat 100 saham menguat, 56 melemah dan 93 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp125 menjadi Rp61.975, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bertambah Rp75 menjadi Rp15.225 dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) meningkat Rp72 jadi Rp320.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menyusut Rp175 menjadi Rp15.625, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) berkurang Rp80 menjadi Rp3.900 dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun Rp100 menjadi Rp15,500.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (7/2/2017) pergerakan awal pasar saham kurang bergairah, di tengah ketidakpastian untuk membuat investor berlindung di Yen Jepang dan emas. Tercatat indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang sedikit berubah dalam perdagangan awal.
Pelemahan terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang berkurang 0,6% pada sesi pagi. Sedangkan menurut CNBC, pasar saham Australia jatuh 0,37% terimbas pelemahan sektor keuangan yang turun 0,9% dan komponen energi, yang jatuh 0,52%. Investor juga menunggu Reserve Bank of Australia mengambil keputusan suku bunga, dengan harapan terus stabil pada rekor rendah 1,50%.
Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 0,26% di tengah penurunan saham Toshiba yang juga anjlok. Di daratan China, komposit Shanghai juga berkurang 0.02% dan komposit Shenzhen turun tipis 0,07%. Index Hang Seng Hong Kong di awal juga sempat turun 0,1%, ketika kemarin mencetak keuntungan lebih dari 0,9%.
Pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir pada zona aman alias menghijau dengan kenaikan 35,23 poin atau 0,66% ke level 5.396,00. Lonjakan pada perdagangan awal pekan kemarin terjadi saat mayoritas bursa Asia juga mencatatkan hasil positif.
Sementara pada perdagangan hari ini, sektor dalam negeri memperlihatkan pelemahan dipimpin sektor konsumen yang berkurang 0,47% diikuti manufaktur 0.31%. Sedangkan kenaikan terjadi pada dua sektor yakni pertanian dan pertambangan yang masing-masing meningkat 0,12% dan 0,10%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp20 miliar dengan 6,1 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,15 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp35,9 milair dan aksi beli asing mencapai Rp30,7 miliar. Tercatat 100 saham menguat, 56 melemah dan 93 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp125 menjadi Rp61.975, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bertambah Rp75 menjadi Rp15.225 dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) meningkat Rp72 jadi Rp320.
Selanjutnya untuk saham yang melemah di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) menyusut Rp175 menjadi Rp15.625, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) berkurang Rp80 menjadi Rp3.900 dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun Rp100 menjadi Rp15,500.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (7/2/2017) pergerakan awal pasar saham kurang bergairah, di tengah ketidakpastian untuk membuat investor berlindung di Yen Jepang dan emas. Tercatat indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang sedikit berubah dalam perdagangan awal.
Pelemahan terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang berkurang 0,6% pada sesi pagi. Sedangkan menurut CNBC, pasar saham Australia jatuh 0,37% terimbas pelemahan sektor keuangan yang turun 0,9% dan komponen energi, yang jatuh 0,52%. Investor juga menunggu Reserve Bank of Australia mengambil keputusan suku bunga, dengan harapan terus stabil pada rekor rendah 1,50%.
Indeks Kospi Korea Selatan tergelincir 0,26% di tengah penurunan saham Toshiba yang juga anjlok. Di daratan China, komposit Shanghai juga berkurang 0.02% dan komposit Shenzhen turun tipis 0,07%. Index Hang Seng Hong Kong di awal juga sempat turun 0,1%, ketika kemarin mencetak keuntungan lebih dari 0,9%.
(akr)
Lihat Juga :