Hilirisasi Mineral Dinilai Bermanfaat untuk Rakyat

Selasa, 07 Februari 2017 - 13:14 WIB
Hilirisasi Mineral Dinilai...
Hilirisasi Mineral Dinilai Bermanfaat untuk Rakyat
A A A
JAKARTA - Pada 11 Januari 2017 Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (PP) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan keempat atas PP Nomor 23 Tahun 2010 mengenai pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.

Selanjutnya PP tersebut dilengkapi Peraturan Menteri (Permen) ESDM 5/2017 tentang pengolahan dan pemurnian dalam negeri serta Permen ESDM 6/2017 tentang persyaratan ekspor mineral. Intinya, beberapa peraturan tersebut untuk memberikan payung hukum dan kepastian terkait ekspor mineral dan pembangunan smelter (hilirisasi mineral).

Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) menilai keputusan tersebut sudah tepat, karena hilirisasi mineral akan meningkatkan nilai tambah bagi negara serta memberikan manfaat bagi rakyat.

"Pertambangan rakyat akan diuntungkan dengan peraturan ini," kata Ketua Umum JAMAN Iwan Dwi Laksono dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Dia menjelaskan, hilirisasi memberikan kesempatan bagi rakyat untuk meningkatkan nilai tambah atas aktivitas penambangan mineral selama ini. Apalagi saat ini komoditas tambang sedang mengalami tren peningkatan harga. "Pasar komoditas nikel saat ini berpotensi stabil dan berpotensi terus naik," kata dia.

Seperti diketahui, per 1 Februari harga komoditi nikel sebesar USD10.025/ton. Selain itu, berdasar data Bloomberg, pada penutupan perdagangan kamis (2/2) harga nikel kontrak untuk pengiriman 3 bulanan di London Metal Exchange (LME) menguat selama sepekan ini sebesar 10,47%.

Iwan mengatakan, banyak keuntungan yang didapatkan Indonesia dalam program hilirisasi mineral. Selain memberikan nilai tambah pada produk mineral, program ini juga akan berdampak pada peningkatan serapan tenaga kerja.

"Investor juga akan tertarik dan negara kita akan berperan penting dalam pasar mineral global," tegasnya.

Iwan juga meyakini bahwa program tersebut akan semakin menguatkan dan meningkatkan pertumbuhan industri-industri tambang mineral dalam negeri. "Ke depan pasti akan banyak bermunculan industri-industri pengolahan domestik," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Sederet Harta Karun...
Sederet Harta Karun Mineral RI Jadi Rebutan Asing, Nomor 1 Simpan Deposit 1,5 Miliar Ton
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
35 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
59 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved