Industri Keuangan Syariah Jalan di Tempat

Kamis, 09 Februari 2017 - 20:07 WIB
Industri Keuangan Syariah...
Industri Keuangan Syariah Jalan di Tempat
A A A
YOGYAKARTA - Tren pemanfaatan produk bank syariah terus mengalami peningkatan, namun pertumbuhan industri keuangan syariah tidak seperti yang diharapkan. Kondisi pertumbuhan industri keuangan syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sama dengan kondisi nasional.

Angka pertumbuhan industri keuangan syariah nasional selalu berada di bawah 5%. Meski sudah berjalan hampir 16 tahun sejak Bank Syariah pertama kali didirikan di Republik ini, tetapi pertumbuhan lembaga keuangan syariah masih minim.

Pertumbuhan yang selalu pada angka 5% menjadi semacam momok bagi industri ini. Pertumbuhan lembaga keuangan syariah sempat menembus angka di atas 5% lebih sedikit dua tahun lalu, yaitu ketika Bank BPD Aceh dikonversi menjadi bank syariah.

Namun, kembali menurun pada periode 2016-2017. Berbagai hal menjadi penyebab mengapa lembaga keuangan syariah sulit berkembang di Indonesia.

Branch Manager Bank Muamalat Indonesia Cabang Yogyakarta Sulistyanto Hibrizie mengungkapkan, pemerintah telah membuat Undang-Undang tentang lembaga keuangan syariah. Namun, tidak ada kebijakan pendukung lainnya yang bisa membuat industri ini berkembang.

Kebijakan pemerintah masih setengah hati terkait dengan keuangan syariah. "Undang-Undang sudah ada, tetapi lingkungannya tidak diciptakan," ujarnya.

Contoh yang paling sederhana yakni sistem transaksi di Indonesia masih cenderung konvensional. Seperti keuangan nasional dan daerah, selama ini masih melalui lembaga keuangan konvensional. Harusnya ada kebijakan prosentase aliran dana pemerintah bisa melalui keuangan syariah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Fauzi Nugroho mengatakan, belakangan ada tren kecenderungan menggunakan produk Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) dibanding BPR Konvensional. Hal ini mengakibatkan prosentase perkembangan BPR Syariah lebih tinggi dibanding konvensional.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
Mendorong BSI Jadi Lokomotif...
Mendorong BSI Jadi Lokomotif Keuangan Syariah Indonesia
BSI Masuk 14 Bank Syariah...
BSI Masuk 14 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Nilai Kapitalisasi Tembus Rp54,4 T
Bank Syariah Indonesia...
Bank Syariah Indonesia Akan Jadi Tonggak Keuangan Syariah
Pembiayaan Bank Syariah...
Pembiayaan Bank Syariah Masih Berjaya Saat Sektor Keuangan Dihantam Pandemi
5 Bank Syariah Terbesar...
5 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Ada yang dari Negara Tetangga
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
19 menit yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
1 jam yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
2 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
3 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
3 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved