Freeport Rumahkan Karyawan Gara-gara Tak Bisa Ekspor Konsentrat

Selasa, 14 Februari 2017 - 13:03 WIB
Freeport Rumahkan Karyawan...
Freeport Rumahkan Karyawan Gara-gara Tak Bisa Ekspor Konsentrat
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia telah merumahkan sejumlah karyawannya yang ada di Indonesia. Hal ini seiring dengan larangan pemerintah bagi Freeport mengekspor konsentrat‎, sebelum mengubah status kontraknya dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Freeport sejatinya telah mengajukan perubahan status dari KK menjadi IUPK, dan pemerintah pun telah menyetuju‎inya. Namun, Freeport masih belum sepakat dengan persyaratan dari pemerintah terkait IUPK. Sehingga Freeport pun masih belum menyetujui perubahan status tersebut.

Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengungkapkan, pihaknya telah mengurangi produksi konsentratnya sebesar 40%. Pengurangan produksi ini sesuai dengan kapasitas domestik yang tersedia di PT Smelting, yang ada di Gresik, Jawa Timur.

"Tertundanya ekspor konsentrat mengakibatkan Freeport mengambil tindakan dalam waktu dekat untuk mengurangi produksi agar sesuai kapasitas domestik yang tersedia di PT Smelting, yang memurnikan sekitar‎ 40% dari produksi konsentrat Freeport," katanya kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Menurutnya, pengurangan produksi tersebut telah dilakukan sejak Jumat pekan lalu. PT Smelting sudah tidak lagi melakukan pengolahan konsentrat yang diproduksi Freeport.

"Sudah mulai dilakukan (pengurangan produksi). Sejak Jumat lalu pabrik pengolahan sudah tidak produksi konsentrat," imbuh dia. (Baca: Tak Bisa Ekspor, Freeport Belum Tempuh Jalur Arbitrase )

Akibat dari pengurangan produksi tersebut, Freeport pun terpaksa merumahkan sejumlah kontraktor dan karyawannya yang ada di Indonesia. Sayangnya, Riza enggan menyebutkan berapa jumlah karyawan dan kontraktor yang terpaksa dipulangkan.

"Jika berlangsung tanpa ekspor, akan ada pengurangan kontraktor dan karyawan. Beberapa kontraktor tambang sudah dipulangkan. Tapi maaf tidak bisa saya kasih angkanya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
2 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
3 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved