Tak Bisa Ekspor, Pekerja Freeport Ungkap Kondisi Tambang Grasberg

Jum'at, 17 Februari 2017 - 17:24 WIB
Tak Bisa Ekspor, Pekerja...
Tak Bisa Ekspor, Pekerja Freeport Ungkap Kondisi Tambang Grasberg
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia menegaskan bahwa saat ini segala aktivitas produksi di pertambangan Grasberg, Kabupaten Mimika, Papua telah lumpuh total. Hal ini‎ seiring dengan belum adanya titik temu antara pemerintah dan Freeport terkait perubahan status raksasa tambang tersebut dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

(Baca Juga: Ribuan Pekerja Freeport Tuntut Pemerintah Beri Kepastian Ekspor )

Perubahan status dari KK menjadi IUPK merupakan prasyarat yang harus diikuti Freeport jika ingin memperoleh izin untuk mengekspor konsentrat. Virgo mengungkapkan, saat ini kegiatan yang dilakukan di tambang Grasberg hanyalah perawatan (maintainance) semata. Penghentian operasi telah dilakukan sejak 10 Februari 2017.

"‎Tidak. Kami sudah berhenti beroperasi. Yang ada cuma perawatan. Iya (dari tanggal 10)," kata Ketua Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia Virgo Salossa saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

(Baca Juga: Tambang Freeport Lumpuh Total, 33.000 Pekerja Dirumahkan )

Berhentinya kegiatan operasional di tambang Grasberg, kata dia, berakibat pada pengurangan jumlah tenaga kerja yang ada. Pasalnya, Freeport perlu melakukan penghematan karena tidak ada pemasukan dari tambang di Tanah Rajawali tersebut.

"‎Sudah terjadi pengurangan tenaga kerja. Karena penghematan itu telah dilakukan oleh Freeport. Penghematan itu berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Sampai per hari ini dari tanggal 10 telah terjadi pemutusan 500 orang," lanjutnya.

Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah segera memberikan kepastian terhadap pengusaha tambang kelas kakap tersebut. Dengan begitu, karyawan yang sebagian besar adalah warga negara Indonesia dapat bekerja kembali.

"Situasi ini yang kami berharap kepada pemerintah pusat untuk memberikan kepastian kepada Freeport untuk berinvestasi dengan aman dan nyaman sheingga bisa berdampak terhadap kelangsungan hidup warga negara Indonesia yang bekerja di kabupaten ini," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
20 menit yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
4 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
4 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
5 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved