Freeport Berulah, Saatnya Tunjukkan Siapa Pemilik Negeri Ini

Selasa, 21 Februari 2017 - 16:55 WIB
Freeport Berulah, Saatnya...
Freeport Berulah, Saatnya Tunjukkan Siapa Pemilik Negeri Ini
A A A
JAKARTA - Sikap PT Freeport Indonesia yang belum sepakat terkait perubahan status kontrak menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk mendapatkan izin ekspor konsentrat, meskipun pemerintah telah mengeluarkan rekomendasi sangat disayangkan oleh Jaringan Advokasi Tambang (JATAM). Perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu dinilai terlalu banyak keinganan dan menuntut pemerintah.

(Baca Juga: Freeport Ogah Hengkang dari Indonesia meski Banyak Tekanan )

Ketua Kampanye JATAM Melky Nahar mengungkapkan, perubahan status Freeport dari kontrak karya (KK) menjadi IUPK adalah aturan yang dikeluarkan pemerintah dan harus ditaati semua perusahaan tambang di Indonesia tanpa terkecuali. Sayangnya, Freeport justru menentang pemerintah dengan menolak IUPK tersebut karena permasalahan pajak.

"‎Tak ada yang genting sebetulnya berkaitan dengan Freeport. Karena itu seluruhnya konsekuensi terkait pemberlakukan regulasi. Itu saya yakin Freeport paham. Freeport memang enggak mau tunduk terhadap perundangan. Banyak mau nya Freeport ini," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

(Baca Juga: Freeport Keukeuh Enggan Lepas Hak yang Ada di Kontrak Karya )

Menurutnya, Freeport selalu berulah dengan menekan pemerintah. Sayangnya, pemerintah justru kadang tunduk dengan tekanan dari raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut. Dia menilai, sikap pemerintah yang kerap tunduk dengan Freeport justru mengorbankan rakyat. Karena itu, ini adalah saatnya pemerintah untuk menunjukkan ketegasan terhadap investor tambang tertua di Tanah Air itu.

"Ini yang membuat pemerintah kita kadang hari ini tegas besok tunduk. Lagi-lagi rakyat menjadi korban. Saat nya pemerintah menunjukkan kami adalah pemilik negeri ini. Jangan Freeport seenak dia mengatur penguasa negeri ini. Kalau Presiden bisa diatur Freeport, apalagi rakyat," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
9 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
30 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
54 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved