BEI Sangat Berharap Freeport IPO meski Banyak Masalah
Rabu, 22 Februari 2017 - 12:09 WIB
BEI Sangat Berharap Freeport IPO meski Banyak Masalah
A
A
A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melihat PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai perusahaan raksasa meski banyak masalah di Tanah Air. Mulai dari konflik dengan pemerintah hingga DPR.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya mengatakan, semua permasalahan yang merundung Freeport tidak memengaruhi fundamentalnya. Diharapkan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu bisa melantai di BEI.
(Baca: BEI: Saham Freeport Anjlok Tak Pengaruhi Rencana IPO di RI )
"Meski ada konflik ekspor sangat bagus fundamentalnya, perusahaan raksasa. Perusahaan di Indonesia banyak sekali dinikmati investor domestik, tidak hanya Freeport sebenarnya, banyak perusahaan yang belum go public tertarik catatkan saham di BEI," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Alpino menginginkan, semua elemen masyarakat dapat ikut menikmati saham Freeport Indonesia ketika melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Apalagi kualitas perusahaan tersebut terbilang bagus.
"Itu yang kita harapkan semua lapisan masyarakat, investor bisa menikmati investasi melalui Bursa Efek Indonesia terhadap perusahaan yang kualitasnya tinggi, fundamental bagus. Salah satunya Freeport," kata dia.
(Baca: Bos BEI Sebut Kinerja Freeport Masih Kalah dari BRI )
Kendati demikian, menurutnya bukan hanya Freeport saja yang bisa menggairahkan pasar modal Indonesia. Banyak juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan go public pada tahun ini.
"Tentu bukan Freeport saja, BUMN yang belum go public kita harap tahun ini realisasi dan tambah kue di BEI bagi investor supaya pilihan banyak," pungkasnya.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya mengatakan, semua permasalahan yang merundung Freeport tidak memengaruhi fundamentalnya. Diharapkan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu bisa melantai di BEI.
(Baca: BEI: Saham Freeport Anjlok Tak Pengaruhi Rencana IPO di RI )
"Meski ada konflik ekspor sangat bagus fundamentalnya, perusahaan raksasa. Perusahaan di Indonesia banyak sekali dinikmati investor domestik, tidak hanya Freeport sebenarnya, banyak perusahaan yang belum go public tertarik catatkan saham di BEI," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Alpino menginginkan, semua elemen masyarakat dapat ikut menikmati saham Freeport Indonesia ketika melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO). Apalagi kualitas perusahaan tersebut terbilang bagus.
"Itu yang kita harapkan semua lapisan masyarakat, investor bisa menikmati investasi melalui Bursa Efek Indonesia terhadap perusahaan yang kualitasnya tinggi, fundamental bagus. Salah satunya Freeport," kata dia.
(Baca: Bos BEI Sebut Kinerja Freeport Masih Kalah dari BRI )
Kendati demikian, menurutnya bukan hanya Freeport saja yang bisa menggairahkan pasar modal Indonesia. Banyak juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan go public pada tahun ini.
"Tentu bukan Freeport saja, BUMN yang belum go public kita harap tahun ini realisasi dan tambah kue di BEI bagi investor supaya pilihan banyak," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :