Agus Marto: Stabilitas Moneter RI Bukan Usaha Semalam

Rabu, 22 Februari 2017 - 16:02 WIB
Agus Marto: Stabilitas...
Agus Marto: Stabilitas Moneter RI Bukan Usaha Semalam
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, tantangan dan dinamika ekonomi global telah mempengaruhi stabilitas sistem keuangan dalam negeri. Namun demikian, sistem keuangan Indonesia diyakini tetap stabil, didukung oleh tangguhnya industri perbankan.

(Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Gejolak Situasi Eropa )

Per Desember 2016, Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 22,69% dan rasio likuiditas pada 20,93%. Sementara itu, kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 2,93% (gross) atau 1,15% (net).

"Prestasi stabilitas moneter dan sistem keuangan di Indonesia bukan merupakan usaha semalam. Sebaliknya, itu adalah proses membangun terintegrasi, konsisten dan kebijakan yang kredibel atas media untuk cakrawala jangka panjang," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Rabu (22/2/2017).

(Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bisa Manfaatkan Pertumbuhan AS dan China )

Lebih lanjut dia menyampaikan, diyakini bahwa stabilitas makroekonomi termasuk stabilitas harga dan stabilitas keuangan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Inflasi tinggi, harga stabil dan sistem keuangan sering dikaitkan dengan risiko dan ketidakpastian yang pada gilirannya mengurangi efisiensi dan produktivitas.

Ketidakpastian, sambung Agus, juga melemahkan kepercayaan konsumen, membatasi kegiatan pengambilan risiko dan menghambat investasi karena investor cenderung berhati-hati. Kita semua tahu bahwa investasi dan produktivitas sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang.

"Dengan demikian, adalah penting untuk mencapai stabilitas harga, tetap menjaga stabilitas keuangan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved