Gugat Pemerintah ke Arbitrase, Induk Freeport di AS Bisa Bangkrut

Sabtu, 25 Februari 2017 - 16:03 WIB
Gugat Pemerintah ke...
Gugat Pemerintah ke Arbitrase, Induk Freeport di AS Bisa Bangkrut
A A A
JAKARTA - Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai ancaman PT Freeport Indonesia untuk menggugat pemerintah ke arbitrase internasional hanya gertak sambal.

Sebab, jika gugatan tersebut dilayangkan maka dampaknya akan sangat besar, dimana induk Freeport yang ada di Amerika Serikat (AS), yakni Freeport-McMoRan Inc (FCX) bisa bangkrut.

Dia mengaku tidak yakin jika Freeport berani menggugat Indonesia ke arbitrase internasional. Selain peluang menang kecil, ada potensi risiko semakin merosotnya harga saham FCX di bursa New York.

"Saya enggak yakin Freeport berani ke arbitrase. Kalau dia nekad, ancaman bangkrut didepan mata‎, " katanya dalam acara Polemik SINDO Trijaya FM di Jakarta, Sabtu (25/2/2017).

Dia membeberkan, sepanjang 2014, rata-rata harga saham FCX masih bertengger di USD62 per lembar saham. Kemudian pada akhir 2015 harga saham FCX terpuruk menjadi USD8,3 per lembar saham.

"Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya perpanjangan kontrak karya Freeport dari pemerintah. Terkuaknya skandal papa minta saham yang mengindikasikan adanya upaya ilegal untuk memperoleh kepastian perpanjangan kontrak karya," imbuh dia.

Kemudian pada periode 2016, harga saham FCX sempat berbalik menguat (rebound) hingga mencapai rata-rata USD12,6 per lembar saham dan terus menguat hingga ke level USD15,27 per lembar saham pada 12 Januari 2017. Namun, sepanjang Februari 2017 harga saham FCX terus melemah sebesar 5,23% hingga mencapai USD14,13 per lembar saham pada perdagangan 22 Februari 2017.

"Kalau nekad (arbitrase), bisa-bisa harga sahamnya (FCX) dengan harga tissue lebih mahal harga tissue. Induknya akan bangkrut. Ini m‎enurut saya hanya gertak sambal," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Beroperasi Lebih...
Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
13 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
25 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved