Laba Bersih Astra 2016 Mencapai Rp15,2 Triliun
Senin, 27 Februari 2017 - 19:51 WIB
Laba Bersih Astra 2016 Mencapai Rp15,2 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2016 kemarin. Hal ini terlihat dari laba bersih Astra yang mencapai Rp15,2 triliun atau meningkat 5% dibandingkan pencapaian tahun 2015.
Pencapaian laba bersih sebagian besar berasal dari sektor automotif sebesar Rp9,1 triliun, disusul alat berat dan pertambangan sebesar Rp3 triliun, dan sektor agribisnis sebesar Rp1,5 triliun.
"Kinerja bisnis Grup Astra sepanjang tahun 2016 cukup memuaskan dengan peningkatan kinerja yang stabil di beberapa lini bisnis. Prospek tahun 2017 tampaknya cukup positif dengan perbaikan kondisi ekonomi dan kenaikan harga batu bara," kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Senin (27/2/2017).
Prijono lantas memaparkan penjualan mobil Astra pada 2016 yang tumbuh 16% menjadi 591.000 unit, lebih tinggi dari kenaikan penjualan mobil secara nasional yang tumbuh 5% menjadi 1,1 juta unit. Hasil ini membuat pangsa pasar mobil Astra melaju dari 50% menjadi 56%. Grup telah meluncurkan 14 model baru dan sembilan model revamped sepanjang tahun 2016.
Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) menurun 2% menjadi 4,4 juta unit, lebih rendah dari penurunan penjualan sepeda motor nasional yang turun sebesar 8% menjadi 5,9 juta unit. Hal ini menyebabkan pangsa pasar Astra meningkat dari 69% menjadi 74%, dengan dukungan peluncuran tujuh model baru dan delapan model revamped sepanjang tahun 2016.
Namun, laba bersih Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, tumbuh 31% menjadi Rp418 miliar, yang disebabkan kenaikan pendapatan di segmen pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) dan segmen after market, serta peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi.
Sementara itu, Prijono menambahkan, sektor agribisnis mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga CPO, walaupun dampak dari iklim yang kurang bagus membatasi produksi dan penjualan pada semester pertama tahun lalu. Laba bersih dari Grup Agribisnis meningkat secara signifikan menjadi Rp1,6 triliun dari capaian pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp493 miliar.
Laba bersih Grup Jasa Keuangan menurun 78% dari Rp3,5 trilun pada 2015 menjadi Rp789 miliar pada 2016. Salah satu penyebabnya laba bersih Bank Permata, yang 44,6% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat kerugian bersih sebesar Rp6,5 triliun pada 2016 dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp247 miliar pada 2015.
Perseroan juga memutuskan dividen final Rp113 per saham akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2017. Usulan dividen final bersamaan dengan dividen interim Rp55 per saham, membuat dividen total pada 2016 menjadi Rp168 per saham (2015 sebesar Rp177 per saham), yang mencerminkan rasio dividen (payout ratio) sebesar 45%.
Pencapaian laba bersih sebagian besar berasal dari sektor automotif sebesar Rp9,1 triliun, disusul alat berat dan pertambangan sebesar Rp3 triliun, dan sektor agribisnis sebesar Rp1,5 triliun.
"Kinerja bisnis Grup Astra sepanjang tahun 2016 cukup memuaskan dengan peningkatan kinerja yang stabil di beberapa lini bisnis. Prospek tahun 2017 tampaknya cukup positif dengan perbaikan kondisi ekonomi dan kenaikan harga batu bara," kata Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Senin (27/2/2017).
Prijono lantas memaparkan penjualan mobil Astra pada 2016 yang tumbuh 16% menjadi 591.000 unit, lebih tinggi dari kenaikan penjualan mobil secara nasional yang tumbuh 5% menjadi 1,1 juta unit. Hasil ini membuat pangsa pasar mobil Astra melaju dari 50% menjadi 56%. Grup telah meluncurkan 14 model baru dan sembilan model revamped sepanjang tahun 2016.
Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) menurun 2% menjadi 4,4 juta unit, lebih rendah dari penurunan penjualan sepeda motor nasional yang turun sebesar 8% menjadi 5,9 juta unit. Hal ini menyebabkan pangsa pasar Astra meningkat dari 69% menjadi 74%, dengan dukungan peluncuran tujuh model baru dan delapan model revamped sepanjang tahun 2016.
Namun, laba bersih Astra Otoparts, bisnis komponen Grup, tumbuh 31% menjadi Rp418 miliar, yang disebabkan kenaikan pendapatan di segmen pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacturer/OEM) dan segmen after market, serta peningkatan kontribusi laba bersih dari perusahaan asosiasi.
Sementara itu, Prijono menambahkan, sektor agribisnis mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga CPO, walaupun dampak dari iklim yang kurang bagus membatasi produksi dan penjualan pada semester pertama tahun lalu. Laba bersih dari Grup Agribisnis meningkat secara signifikan menjadi Rp1,6 triliun dari capaian pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp493 miliar.
Laba bersih Grup Jasa Keuangan menurun 78% dari Rp3,5 trilun pada 2015 menjadi Rp789 miliar pada 2016. Salah satu penyebabnya laba bersih Bank Permata, yang 44,6% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, mencatat kerugian bersih sebesar Rp6,5 triliun pada 2016 dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp247 miliar pada 2015.
Perseroan juga memutuskan dividen final Rp113 per saham akan diusulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2017. Usulan dividen final bersamaan dengan dividen interim Rp55 per saham, membuat dividen total pada 2016 menjadi Rp168 per saham (2015 sebesar Rp177 per saham), yang mencerminkan rasio dividen (payout ratio) sebesar 45%.
(ven)
Lihat Juga :