Tinggal Sebulan, Jokowi Masih Rayu Masyarakat Ikut Tax Amnesty
Selasa, 28 Februari 2017 - 19:13 WIB
Tinggal Sebulan, Jokowi Masih Rayu Masyarakat Ikut Tax Amnesty
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum bosan merayu masyarakat Indonesia mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty). Meskipun saat ini program amnesti pajak telah masuk akhir periode, Presiden tetap meminta masyarakat untuk berpartisipasi.
Program pengampunan pajak akan berakhir pada 31 Maret 2017. Jokowi berharap, sisa waktu satu bulan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melaporkan seluruh harta dalam program pengampunan pajak.
"Ini kesempatan terakhir. Karena sekarang Kemenkeu sedang menyiapkan draf PP untuk wajib pajak yang belum atau baru setengah ikut amnesti pajak," ujarnya, dalam acara Farewell Tax Amnesty di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
Mantan Walikota Solo ini menuturkan, pada Juni 2018 era keterbukaan informasi (automatic exchange of information/AEoI) akan mulai diimplementasikan. Kala era tersebut terjadi, maka siapapun tidak akan ada lagi yang bisa menyembunyikan hartanya baik di dalam maupun di luar negeri.
"Jadi di Juni 2018 karena sudah ada AEoI siapapun tidak bisa lagi menyembunyikan harta, tidak bisa menghindari pajak di dunia manapun. Karena sudah buka-bukaan semuanya," imbuh Jokowi
Untuk itu, Jokowi berharap agar waktu satu bulan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. "Sekali lagi, data akan terbuka. Maka lebih baik bereskan semua sekarang agar hidup kita enak, tenang, bisa tersenyum, datang ke sini tidak tegang. Tegang semua kan? Berarti masih banyak yang belum," katanya, sembil tersenyum.
Program pengampunan pajak akan berakhir pada 31 Maret 2017. Jokowi berharap, sisa waktu satu bulan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melaporkan seluruh harta dalam program pengampunan pajak.
"Ini kesempatan terakhir. Karena sekarang Kemenkeu sedang menyiapkan draf PP untuk wajib pajak yang belum atau baru setengah ikut amnesti pajak," ujarnya, dalam acara Farewell Tax Amnesty di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/2/2017).
Mantan Walikota Solo ini menuturkan, pada Juni 2018 era keterbukaan informasi (automatic exchange of information/AEoI) akan mulai diimplementasikan. Kala era tersebut terjadi, maka siapapun tidak akan ada lagi yang bisa menyembunyikan hartanya baik di dalam maupun di luar negeri.
"Jadi di Juni 2018 karena sudah ada AEoI siapapun tidak bisa lagi menyembunyikan harta, tidak bisa menghindari pajak di dunia manapun. Karena sudah buka-bukaan semuanya," imbuh Jokowi
Untuk itu, Jokowi berharap agar waktu satu bulan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. "Sekali lagi, data akan terbuka. Maka lebih baik bereskan semua sekarang agar hidup kita enak, tenang, bisa tersenyum, datang ke sini tidak tegang. Tegang semua kan? Berarti masih banyak yang belum," katanya, sembil tersenyum.
(dmd)
Lihat Juga :