Tekanan IHSG Diperkirakan Bakal Berlanjut
Rabu, 01 Maret 2017 - 08:09 WIB
Tekanan IHSG Diperkirakan Bakal Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan terkonsolidasi dengan tekanan pada range pergerakan 5.353-5.400. Dia menerangkan pergerakan IHSG mulai terlihat terkonsolidasi negatif di akhir pekan dengan pulled back upper bollinger band dan resistance level.
"Indikator stochastic pun terlihat dead-cross pada posisi oscillator yang cukup tinggi diarea overbought. Momentum dari indikator RSI cenderung flat," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup berhasil bertahan pada zona positif 3,81 poin sebesar 0,07% setelah sempat optimis sepanjang perdagangan sesi pertama dan mengalami tekanan diakhir sesi kedua hingga ditutup pada level 5.386,69.
Kekhawatiran investor terhadap fluktuatifnya perdagangan di bursa asia diakhir bulan ini menjadi salah satu faktor. Indeks saham pertanian tercatat menjadi penekan IHSG dengan melemah -1,39% setelah sebelumnya diperdagagangan kemarin memimpin penguatan.
Minyak mentah berjangka WTI turun 0,2% menjadi USD53,92 per barel dan pelemahan komoditas pertambangan menjadi salah satu faktornya. "Investor asing tercatat net buy sebesar Rp120,7 miliar sedangkan total capital oufflow bulan Februari tetap terlihat dilevel Rp434,74 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM). Selanjutnya ada juga saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) patut dicermati.
"Indikator stochastic pun terlihat dead-cross pada posisi oscillator yang cukup tinggi diarea overbought. Momentum dari indikator RSI cenderung flat," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup berhasil bertahan pada zona positif 3,81 poin sebesar 0,07% setelah sempat optimis sepanjang perdagangan sesi pertama dan mengalami tekanan diakhir sesi kedua hingga ditutup pada level 5.386,69.
Kekhawatiran investor terhadap fluktuatifnya perdagangan di bursa asia diakhir bulan ini menjadi salah satu faktor. Indeks saham pertanian tercatat menjadi penekan IHSG dengan melemah -1,39% setelah sebelumnya diperdagagangan kemarin memimpin penguatan.
Minyak mentah berjangka WTI turun 0,2% menjadi USD53,92 per barel dan pelemahan komoditas pertambangan menjadi salah satu faktornya. "Investor asing tercatat net buy sebesar Rp120,7 miliar sedangkan total capital oufflow bulan Februari tetap terlihat dilevel Rp434,74 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM), PT Global Mediacom Tbk. (BMTR), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM). Selanjutnya ada juga saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), PT Golden Eagle Energy Tbk. (SMMT) patut dicermati.
(akr)
Lihat Juga :