Pemerintah Lelang Sukuk Rp6 Triliun

Kamis, 02 Maret 2017 - 15:16 WIB
Pemerintah Lelang Sukuk...
Pemerintah Lelang Sukuk Rp6 Triliun
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan akan melelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk pada Selasa (7/3) dengan target indikatif sebesar Rp6 triliun.

Penerbitan sukuk menjadi bagian dari penerbitan surat berharga negara (SBN) untuk membiayai defisit APBN 2017 yang mencapai Rp300 triliun atau 2,41% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Lelang SBSN akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Robert Pakpahan dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Pemerintah menawarkan lima seri SBSN, yaitu satu seri baru (new issuance) SPN-S 08092017 dengan tingkat imbal hasil (yield) diskonto dan dibayarkan pada 8 September 2017. Underlying asset dari sukuk seri ini adalah barang milik negara (BMN) berupa tanah dan bangunan.

Sementara, empat seri lainnya yang dilelang merupakan seri reopening. Empat seri tersebut adalah PBS013, PBS014, PBS011, dan PBS012 dengan yield dan jatuh tempo masing-masing 6,25% pada 15 Mei 2018, 6,5% pada 15 Mei 2021, 8,75% pada 15 Agustus 2023, dan 8,87% pada 15 November 2031. Underlying asset dari empat sukuk ini adalah proyek/kegiatan dalam APBN 2017 dan BMN.

Robert mengatakan, lelang akan dibuka mulai pukul 10:00 hingga 12:00 dan diumumkan pada hari yang sama. Sementara settlement dilakukan dua hari setelah lelang (9/3). Adapun para peserta lelang adalah 17 bank nasional dan 4 perusahaan efek.

Ketentuan mengenai hal ini diatur dalam Peraturan Menteri keuangan No 05/PMK.08/2012. Penerbitan sukuk ini menggunakan akad Ijarah Sale & Lease bank untuk seri SPN-S dan akad Ijarah Asset to be Leased untuk keempat sukuk lainnya.

Sukuk ini juga telah mendapatkan pernyataan kesesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta memperkirakan, surat utang negara (SUN) mengalami tekanan seiring kembalinya spekulasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed bulan ini. Selain itu, sentimen negatif terhadap SUN juga datang dari kenaikan inflasi tahunan Februari yang mencapai 3,83%.

"Dalam jangka pendek, sentimen pelemahan SUN berpeluang bertahan melihat potensi kenaikan yield UST (US Treasury) menjelang pertemuan The Fed serta tekanan inflasi tinggi yang akan terus ada," tukasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Beli Surat Utang Negara...
Beli Surat Utang Negara Dijamin Halal, Hasilnya Dipakai Buat Penanganan Covid-19
Kabar Gembira, Sukuk...
Kabar Gembira, Sukuk Ritel SR014 yang Berikan Imbal Hasil 5.47%, Dapat Dibeli melalui BRI
Sukuk Ritel SR017 Sudah...
Sukuk Ritel SR017 Sudah Bisa Dibeli, Solusi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Dijamin Negara, Investasi...
Dijamin Negara, Investasi Sukuk Ritel SR018 Bisa Jadi Pilihan
Terbitkan Surat Utang...
Terbitkan Surat Utang Ritel Perdana di 2026, Kemenkeu Targetkan Raup Rp25 Triliun
Kabar Baik, Investor...
Kabar Baik, Investor Asing Serbu Lelang SUN di Pasar Perdana
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved