Pemerintah Incar Rp21 Triliun dari IPO 9 BUMN Besar
Jum'at, 03 Maret 2017 - 19:10 WIB
Pemerintah Incar Rp21 Triliun dari IPO 9 BUMN Besar
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mendorong anak usaha BUMN untuk melantai di bursa saham, dengan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
Sembilan anak usaha dari beberapa perusahaan pelat merah disiapkan melantai di bursa dalam waktu dekat.
Deputi Kementerian BUMN bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, saham yang akan ditawarkan ke publik lewat IPO tersebut minimal 20% dari setiap satu anak usaha. Dana yang diincar dari IPO 9 anak usaha BUMN tersebut sekitar Rp21 triliun.
"Totalnya sekitar Rp21 triliun yang hampir firm. IPO minimal 20%. Kecuali size-nya kecil bisa naik sampai 30%. Kenapa kita lakukan itu, karena empirical studies bahwa anak BUMN kalau IPO laku keras," katanya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Adapun perusahaan pelat merah yang berencana melepas anak usahanya di bursa saham di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), BUMN sektor konstruksi, BUMN sektor properti dan BUMN sektor infrastruktur.
"Kita punya bisnis di airlines dan punya anak usaha yang marginnya sangat tinggi, itu akan lepas 20%. GMF anak Garuda," tandasnya.
Sembilan anak usaha dari beberapa perusahaan pelat merah disiapkan melantai di bursa dalam waktu dekat.
Deputi Kementerian BUMN bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, saham yang akan ditawarkan ke publik lewat IPO tersebut minimal 20% dari setiap satu anak usaha. Dana yang diincar dari IPO 9 anak usaha BUMN tersebut sekitar Rp21 triliun.
"Totalnya sekitar Rp21 triliun yang hampir firm. IPO minimal 20%. Kecuali size-nya kecil bisa naik sampai 30%. Kenapa kita lakukan itu, karena empirical studies bahwa anak BUMN kalau IPO laku keras," katanya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Adapun perusahaan pelat merah yang berencana melepas anak usahanya di bursa saham di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), BUMN sektor konstruksi, BUMN sektor properti dan BUMN sektor infrastruktur.
"Kita punya bisnis di airlines dan punya anak usaha yang marginnya sangat tinggi, itu akan lepas 20%. GMF anak Garuda," tandasnya.
(ven)