IHSG Diprediksi Menguat hingga 5.400
Senin, 06 Maret 2017 - 08:05 WIB
IHSG Diprediksi Menguat hingga 5.400
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tekanan bearish masih cenderung terlihat dengan range pergerakan 5.330-5.400. Secara teknikal pergerakan cenderung terkonsolidasi seperti pada minggu sebelumnya.
"Di mana range pergerakan IHSG masih pada resistance upper bollinger bands dan support MA25. Indikator pun masih memiliki kondisi yang cukup bearish dengan Stocastich melanjutkan pergerakan menurun setelah dead-cross menuju area oversold. Demikian juga Indikator RSI yang flat tertekan di area tengah," ujarnya di Jakarta, Senin (6/3/2017).
Sementara, di akhir pekan lalu investor cenderung melakukan aksi profit taking dengan ditandainya pelemahan mayoritas bursa di Asia di tengah spekulasi Janet Yellen yang siap untuk menimbang peningkatan suku bunga pada kebijakan moneternya.
Indeks saham di Eropa pun dibuka gap down seakan aksi profit taking melanda di seluruh bursa di dunia. Nilai tukar yen menguat pasca rilisnya data inflasi yang meningkat sejak akhir tahun 2015.
Kospi memimpin pelemahan dengan turun 1,1%, terbesar sejak November, di tengah pemberitaan tentang China yang memerintahkan agen-agen perjalanan untuk menghentikan penjualan paket wisata ke Korea.
"IHSG pun menutup pekan dengan pelemahan -17,04 poin sebesar -0,31% di level 5.391,22 dengan sektor konsumer dan pertanian yang menjadi pemimpin pelemahan. Sehingga investor cenderung bersikap waspada menyambut awal pekan depan dengan melakukan aksi ambil untung mingguan," pungkasnya.
"Di mana range pergerakan IHSG masih pada resistance upper bollinger bands dan support MA25. Indikator pun masih memiliki kondisi yang cukup bearish dengan Stocastich melanjutkan pergerakan menurun setelah dead-cross menuju area oversold. Demikian juga Indikator RSI yang flat tertekan di area tengah," ujarnya di Jakarta, Senin (6/3/2017).
Sementara, di akhir pekan lalu investor cenderung melakukan aksi profit taking dengan ditandainya pelemahan mayoritas bursa di Asia di tengah spekulasi Janet Yellen yang siap untuk menimbang peningkatan suku bunga pada kebijakan moneternya.
Indeks saham di Eropa pun dibuka gap down seakan aksi profit taking melanda di seluruh bursa di dunia. Nilai tukar yen menguat pasca rilisnya data inflasi yang meningkat sejak akhir tahun 2015.
Kospi memimpin pelemahan dengan turun 1,1%, terbesar sejak November, di tengah pemberitaan tentang China yang memerintahkan agen-agen perjalanan untuk menghentikan penjualan paket wisata ke Korea.
"IHSG pun menutup pekan dengan pelemahan -17,04 poin sebesar -0,31% di level 5.391,22 dengan sektor konsumer dan pertanian yang menjadi pemimpin pelemahan. Sehingga investor cenderung bersikap waspada menyambut awal pekan depan dengan melakukan aksi ambil untung mingguan," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :