Gurih Bisnis Impor Gas di Balik Rencana Holding BUMN Migas

Rabu, 08 Maret 2017 - 22:06 WIB
Gurih Bisnis Impor Gas...
Gurih Bisnis Impor Gas di Balik Rencana Holding BUMN Migas
A A A
JAKARTA - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai ada maksud lain dari rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk holding BUMN migas. Saat ini, proses pembentukan holding BUMN migas sendiri masih dalam proses dimana PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk holding dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) akan berada di bawah Pertamina.

Dia menilai, gurihnya bisnis impor gas yang tinggi menjadi tujuan di balik holdingisasi migas. Bahkan, sejak 2013 Pertamina telah menandatangani perjanjian impor gas dari beberapa negara.

"Syahwat untuk impor gas ini tinggi sekali. Itu tahun 2013 tanpa banyak orang tahu, sudah ada kontrak pengadaan gas. 10.2 juta ton metrik," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Menurutnya kontrak tersebut akan direalisasi pada 2019. Kontrak tersebut bersifat wajib karena Pertamina harus membayar jika ada pembatalan. Bahkan, sambung Faisal, Pertamina sudah ancang-ancang dirikan trading company gas di Singapura. "Karena nantinya tidak akan mampu diserap dalam negeri impor tersebut. Karena kontrak yang ada cukup besar," imbuh dia.

Dengan adanya holding, sambung mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, maka Pertamina akan mempunyai aset berupa pipa-pipa gas yang dimiliki PGN. Nantinya, bisnis impor gas dipegang langsung oleh Pertamina dan PGN bagian penjualannya.

"Bisnis minyak akan turun, digantikan oleh gas. Bauran energi pembangkit ini makin ke gas, nah ini bisnis lezat sekali. Makanya banyak sekarang yang terjun dan menyemut di gas," tegasnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, cita-cita Presiden Jokowi memberantas mafia sektor energi bisa hancur melalui ide holding tersebut. Pasalnya, mafia minyak sudah beralih ke gas.

"Kita sudah lelah berantas Petral nah habis ini kemudian akan ada Petral lagi tapi versi gas. Cara mulus selamatkan kontrak itu adalah dengan holdingisasi karena pipa-pipa PGN menjadi milik Pertamina atau bisa dibilang outletnya pakai fasilitas PGN. Gas dibeli dari luar akan dijual kembali. Dengan harga rugi. Potential loss itu bisa. Sedih saya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Holding BUMN Jasa Survei...
Holding BUMN Jasa Survei Dorong Peningkatan Kapasitas Industri Hulu Migas
Arya Sinulingga dan...
Arya Sinulingga dan Yusril Ihza Mahendra Satu Suara, Soal Apa?
Go Green, Pertamina...
Go Green, Pertamina Targetkan Penurunan Emisi Karbon 34 Ribu Ton Per Tahun dari 5.000 PLTS GES
HUT ke-56, PGN Perkuat...
HUT ke-56, PGN Perkuat Sinergi Dorong Peningkatan Layanan Gas Bumi
Rapat Kerja BUMN dengan...
Rapat Kerja BUMN dengan Komisi V DPR Bahas Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro
Holding BUMN Pangan...
Holding BUMN Pangan Ditargetkan Rampung September 2021
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
2 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
3 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
4 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
6 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
6 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
7 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved