Luhut Minta Karyawan Freeport Jangan Marah-marah

Kamis, 09 Maret 2017 - 19:38 WIB
Luhut Minta Karyawan...
Luhut Minta Karyawan Freeport Jangan Marah-marah
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan hari ini kedatangan para karyawan PT Freeport Indonesia, yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Solidaritas Peduli Freeport (GSPF). Para pekerja Freeport tersebut mengadukan nasibnya yang tidak jelas akibat tarik menarik kepentingan antara pemerintah dan Freeport.

(Baca: Pekerja Freeport Ragukan Kemampuan BUMN Kelola Tambang Grasberg )

Sayangnya, Luhut tidak bisa berlama-lama mendengarkan keluhan mereka. Mantan Menkopolhukam ini hanya menemui mereka di lobby kementerian dan meminta mereka untuk datang kembali. Para pekerja Freeport pun marah lantaran mereka sudah menunggu sejak pagi dan harus kembali ke Timika, Papua.

‎Luhut pun berjanji akan datang langsung ke Papua untuk mendengarkan aspirasi mereka. Namun, para pekerja masih belum bisa terima dan meminta mantan Kepala Staf Kepresidenan ini untuk mendengarkan aspirasi mereka saat itu juga.

Mendapat serangan bertubi-tubi, Luhut pun sedikit geram dan meminta mereka untuk tidak marah-marah. Sebab Luhut harus menghadiri rapat kabinet terbatas yang digelar Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(Baca: Adu Kuat Pro dan Kontra Freeport di Ibu Kota )

"Kita akan berencana kesana (Papua). Kau jangan marah-marah. Jangan marah-marah ke saya. Saya ini mantan Kopassus. Saya sudah tua," tegasnya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Sementara itu, salah seorang karyawan Freeport, Arland Suruan‎ meminta pemerintah untuk menghormati kontrak karya. Namun yang terjadi saat ini, pemerintah justru secara tiba-tiba meminta Freeport berubah haluan menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

"‎Toh nanti pada 2041 status kontrak itu sebagai kepemilikan saham itu sudah 50:50. Tidak harus ngotot dari sekarang," tutur dia.

Menurut dia, pemerintah lebih baik saat ini mempersiapkan dana untuk membeli saham Freeport pada 2041. Daripada ribut saat ini, sementara kemampuan untuk membeli saham tersebut tidak ada.

"Alangkah bijaknya kalau pemerintah mulai dari sekarang siapkan modal, sehingga pada waktunya 2041 kami sudah bisa running sendiri. Sekarang paksa 51% untuk kami, mana duitnya? 10% aja yang kemarin Freeport kasih ennggak mampu beli," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
31 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved