Wall Street Menguat Seiring Pengumuman Data Nonfarm Payrolls
Jum'at, 10 Maret 2017 - 09:19 WIB
Wall Street Menguat Seiring Pengumuman Data Nonfarm Payrolls
A
A
A
NEW YORK - Ekuitas Amerika Serikat alias Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat, berakhir mendatar karena investor bersiap-siap untuk data nonfarm payrolls, yang merupakan data tenaga kerja kunci.
Melansir dari CNBC, Jumat (10/3/2017), indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,46 poin atau 0,01% menjadi 20.858,19, didukung oleh naiknya saham konsumer Johnson & Johnson. Sementara indeks S & P 500 naik 1,89 poin atau 0,08% ke level 2.364,87, berkat meningkatnya lima sektor saham kesehatan dan indeks Nasdaq naik 1,25 poin atau 0,02% menjadi 5.838,81.
Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, Mark Luschini mengatakan kenaikan ini karena pasar telah mengalami beberapa kelelahan dan saatnya naik lagi. Adapun data laporan nonfarm payrolls bulan Februari akan diumumkan pada Jumat pukul 08:30 ET.
Pada Rabu lalu, ADP dan Moody mengatakan ada penambahan pekerja swasta pada Februari sebesar 298.000, melampaui perkiraan. Kondisi ini membuat Goldman Sachs dan UBS memperkirakan bahwa laporan data nonfarm payrolls AS juga akan meningkat.
Namun Kepala Ekonom Glassdoor, Andrew Chamberlain pesimistis bahwa laju penciptaan lapangan kerja pada tahap ini jauh lebih besar. Laporan data nonfarm payrolls ini akan menjadi kunci bagi The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada Rabu pekan depan.
Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada pekan depan pun kian meninggi seiring data ekonomi AS di bawah kepemimpinan Donald Trump yang solid. Menurut FedWatch CME Group, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Maret ini mencapai 90,8%.
Melansir dari CNBC, Jumat (10/3/2017), indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,46 poin atau 0,01% menjadi 20.858,19, didukung oleh naiknya saham konsumer Johnson & Johnson. Sementara indeks S & P 500 naik 1,89 poin atau 0,08% ke level 2.364,87, berkat meningkatnya lima sektor saham kesehatan dan indeks Nasdaq naik 1,25 poin atau 0,02% menjadi 5.838,81.
Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, Mark Luschini mengatakan kenaikan ini karena pasar telah mengalami beberapa kelelahan dan saatnya naik lagi. Adapun data laporan nonfarm payrolls bulan Februari akan diumumkan pada Jumat pukul 08:30 ET.
Pada Rabu lalu, ADP dan Moody mengatakan ada penambahan pekerja swasta pada Februari sebesar 298.000, melampaui perkiraan. Kondisi ini membuat Goldman Sachs dan UBS memperkirakan bahwa laporan data nonfarm payrolls AS juga akan meningkat.
Namun Kepala Ekonom Glassdoor, Andrew Chamberlain pesimistis bahwa laju penciptaan lapangan kerja pada tahap ini jauh lebih besar. Laporan data nonfarm payrolls ini akan menjadi kunci bagi The Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada Rabu pekan depan.
Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada pekan depan pun kian meninggi seiring data ekonomi AS di bawah kepemimpinan Donald Trump yang solid. Menurut FedWatch CME Group, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Maret ini mencapai 90,8%.
(ven)
Lihat Juga :