Kontribusi Bea Cukai Jadikan RI Poros Maritim Dunia

Rabu, 15 Maret 2017 - 14:32 WIB
Kontribusi Bea Cukai...
Kontribusi Bea Cukai Jadikan RI Poros Maritim Dunia
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar koordinasi dan supervisi perbaikan dan tata kelola pelabuhan utama Tanjung Priok. Hal ini ditujukan untuk mengembalikan kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar.

Kali ini KPK mengundang seluruh otoritas pelabuhan Tanjung Priok di antaranya Bea Cukai, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Badan Karantina dan Ombudsman. Pelabuhan Tanjung Priok dianggap dapat mewakili kondisi pelabuhan lain yang ada di Indonesia, dengan tingkat kesibukan yang paling tinggi, pelabuhan Tanjung Priok dipilih untuk menjadi contoh dari perbaikan di sektor maritim.

Saat ini yang masih menjadi permasalahan bersama dalam pengelolaan sektor maritim di antaranya adalah daya saing yang lemah, disebabkan biaya logistik tinggi, dwelling time dan waiting time dalam pelayanan pelabuhan. Selain itu masih tingginya tingkat pelanggaran hukum di wilayah laut juga menyebabkan lemahnya sektor ini dalam bersaing dengan sektor lain.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Fadjar Donny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/3/2017) mengatakan tujuan KPK mengadakan koordinasi ini tak lain untuk meningkatkan daya saing nasional dalam rangka mewujudkan poros maritim dunia melalui perbaikan tata kelola pelabuhan dalam rangka mendorong perbaikan layanan publik dan menekan biaya logistik.

Poin lainnya antara lain dengan menyelesaikan permasalahan lintas stakeholder untuk mengoptimalkan utilitas pelabuhan, dan menutup celah korupsi dan kerugian keuangan negara. "Bea Cukai selaku salah satu operator pelabuhan Tanjung Priok juga memiliki peran dalam mendukung perbaikan ini," ucap Donny yang memaparkan beberapa langkah inisiatif pengelolaan yang dilakukan Bea Cukai dalam membenahi pelabuhan Tanjung Priok.

Dia menambahkan Bea Cukai telah melakukan metode hub and spoke di mana Tanjung Priok ditempatkan sebagai pelabuhan besar, atau hub dan barang-barang yang masuk akan segera disalurkan ke pelabuhan kecil, atau spoke, untuk mengurangi penumpukan. Selain pembentukan hub and spoke, Bea Cukai Tanjung Priok juga telah mengajukan penataan tempat penimbunan sementara.

“Dengan pengelompokan TPS diharapkan pemeriksaan lebih efektif dan efisien sehingga dampaknya akan menurunkan dwelling time,” sambungnya.

Tak hanya itu, pembangunan tempat penimbunan pabean di sekitar Tanjung Priok juga diharapkan dapat bermanfaat untuk long stay container sehingga tidak menumpuk di pelabuhan utama. “Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya logistik, dan menarik minat investor yang nantinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Donny.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
7 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
7 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved