USD Loyo di Eropa, Rupiah Ditutup Berbalik Menguat
Rabu, 15 Maret 2017 - 17:12 WIB
USD Loyo di Eropa, Rupiah Ditutup Berbalik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berhasil berbalik menguat setelah tadi pagi dibuka melemah. Hal ini seiring melemahnya USD di perdagangan Eropa.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.349/USD atau membaik dari posisi kemarin di level Rp13.370/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.345-Rp13.375/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir juga menguat ke level Rp13.364/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.370/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.355-Rp13.379/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas justru menunjukkan rupiah berada di level Rp13.380/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level RP13.375/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.375/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.360/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (15/3/2017) USD takluk di perdagangan Eropa pada hari ini menjelang kenaikan suku bunga AS yang diharapkan oleh Federal Reserve (The Fed) dengan investor fokus pada kebijakan moneter masa depan oleh The Fed.
Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival lainnya turun 0,2% di level 101,50. Di mana poundsterling melompat tertinggi dalam satu pekan di level 1,2258 pada awal perdagangan di Eropa, rebound dari delapan hari sebelumnya di tengah adanya kekhawatiran dari proses Brexit. Terakhir poundsterling terhadap USD naik lebih dari setengah persen ke posisi 1,2230.
Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan dukungan parlemen pada Senin kemarin untuk memulai proses meninggalkan Uni Eropa dan mulai perundingan yang akan membentuk masa depan Inggris dan Eropa, sebagai Skotlandia merenungkan referendum kemerdekaan kedua.
Euro terhadap USD juga naik 0,3% menjadi 1,0631. Itu tetap di bawah dari posisi tinggi pada Senin kemarin di level 1,0714, karena kekhawatiran tentang pemilu mengimbangi spekulasi pasar Belanda bahwa Bank Sentral Eropa akan mengambil kebijakan terkait program stimulus.
Terhadap yen, USD naik tipis 0,1% ke level 114,65, atau puncaknya pada pekan lalu di level 115,51, level tertinggi sejak 19 Januari sebagai harapan untuk kenaikan suku bunga.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.349/USD atau membaik dari posisi kemarin di level Rp13.370/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.345-Rp13.375/USD.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berakhir juga menguat ke level Rp13.364/USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.370/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.355-Rp13.379/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas justru menunjukkan rupiah berada di level Rp13.380/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level RP13.375/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.375/USD. Posisi ini melemah dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.360/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Rabu (15/3/2017) USD takluk di perdagangan Eropa pada hari ini menjelang kenaikan suku bunga AS yang diharapkan oleh Federal Reserve (The Fed) dengan investor fokus pada kebijakan moneter masa depan oleh The Fed.
Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival lainnya turun 0,2% di level 101,50. Di mana poundsterling melompat tertinggi dalam satu pekan di level 1,2258 pada awal perdagangan di Eropa, rebound dari delapan hari sebelumnya di tengah adanya kekhawatiran dari proses Brexit. Terakhir poundsterling terhadap USD naik lebih dari setengah persen ke posisi 1,2230.
Perdana Menteri Inggris Theresa May memenangkan dukungan parlemen pada Senin kemarin untuk memulai proses meninggalkan Uni Eropa dan mulai perundingan yang akan membentuk masa depan Inggris dan Eropa, sebagai Skotlandia merenungkan referendum kemerdekaan kedua.
Euro terhadap USD juga naik 0,3% menjadi 1,0631. Itu tetap di bawah dari posisi tinggi pada Senin kemarin di level 1,0714, karena kekhawatiran tentang pemilu mengimbangi spekulasi pasar Belanda bahwa Bank Sentral Eropa akan mengambil kebijakan terkait program stimulus.
Terhadap yen, USD naik tipis 0,1% ke level 114,65, atau puncaknya pada pekan lalu di level 115,51, level tertinggi sejak 19 Januari sebagai harapan untuk kenaikan suku bunga.
(izz)