Bank Dunia Bantu USD6,25 Juta untuk Masyarakat Adat di Indonesia

Jum'at, 17 Maret 2017 - 18:12 WIB
Bank Dunia Bantu USD6,25...
Bank Dunia Bantu USD6,25 Juta untuk Masyarakat Adat di Indonesia
A A A
JAKARTA - Bank Dunia memberikan bantuan hibah sebesar USD6,25 juta atau setara Rp83,4 miliar untuk masyarakat adat dan lokal di Indonesia. Bantuan tersebut untuk mempertahankan hak atas tanah, pengelolaan hutan dan tanah di lingkungan mereka, dan meningkatkan mata pencaharian.

Pemberian ini seiring untuk melestarikan hutan, yang merupakan sumber pemasukan yang penting bagi banyak masyarakat desa dan miskin. Masyarakat yang tinggal di daerah hutan tropis itu, 20% menggantungkan hidupnya dari hutan dan hidup dalam kemiskinan.

Hibah dari Global Strategic Climate Funds bertujuan membantu mereka mengatasi deforestasi dan kerusakan hutan, serta secara umum mengelola sumber daya alam dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan masyarakat adat dan lokal yang hidupnya bergantung pada hutan menghadapi ketidakpastian terkait hak mereka atas tanah serta bagaimana mereka bisa menggunakannya.

"Pemerintah, didukung berbagai mitra pembangunan, sedang berupaya mengatasi tugas besar ini dan hibah dari Bank Dunia ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam dialog kebijakan untuk mengklarifikasi hak pemanfaatan lahan, meningkatkan tata kelola hutan dan memperkuat peran mereka sebagai penjaga hutan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Seiring itu, mengikuti janji Presiden Joko Widodo memperkuat hak masyarakat adat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah membuat sasaran untuk memberikan 12,7 juta hektare lahan hutan kepada masyarakat adat dan lokal pada tahun 2019.

“Kehadiran masyarakat adat dan lokal sangat mempengaruhi masa depan hutan Indonesia. Kami ingin mereka berperan lebih besar dalam mengelola hutan yang sudah mereka kenal baik. Hibah ini membantu mereka melakukan hal tersebut dan lebih banyak lagi. Ini merupakan kabar baik bagi pengelolaan landskap yang berkelanjutan di Indonesia,” ujar Nus Ukru, selaku Kepala DGM National Steering Committee.

Senior Natural Resources Economis Bank Dunia Diji Chandrasekharan Behr menjelaskan, proyek ini akan membantu masyarakat adat dan lokal memetakan tanah mereka. Termasuk menambah akses dukungan teknis untuk mencapai ketahanan penggunaan lahan di Indonesia.

Proyek ini juga akan membantu meningkatkan akses masyarakat adat dan lokal terhadap layanan kesehatan dan pasar, juga meningkatkan partisipasi mereka dalam penggunaan dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah pusat.

“Dukungan untuk mengamankan hak tanah disertai bantuan untuk meningkatkan mata pencaharian bisa mengangkat keluarga di desa keluar dari kemiskinan. Proyek Dedicated Grant Mechanism akan membantu menjaga hak masyarakat adat dan lokal atas lahan hutan, sambil membantu mereka memperoleh keterampilan, teknologi, serta pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengelola sumber daya alam, dan berpartisipasi dalam sistem pasar,” kata dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Pimpin Dialog...
Indonesia Pimpin Dialog FACT, 23 Negara Janji Bantu Hutan-hutan Dunia
Hutan Paling Berbahaya...
Hutan Paling Berbahaya di Dunia, Berani Masuk Nyawa Taruhannya
Pertemuan Bilateral,...
Pertemuan Bilateral, FAO Sebut RI Mitra Kehutanan Paling Strategis di Dunia
Tiga Negara Pemilik...
Tiga Negara Pemilik Hutan Tropis Terbesar di Dunia Jalin Kerja Sama Trilateral
8 Miliarder Dunia yang...
8 Miliarder Dunia yang Membeli Ribuan Hektare Tanah untuk Jadi Hutan
Kemenhut Dorong Hutan...
Kemenhut Dorong Hutan Tanaman Industri Jadi Tulang Punggung Energi Terbarukan Dunia
Berita Terkini
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
9 menit yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
1 jam yang lalu
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
3 jam yang lalu
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
3 jam yang lalu
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
6 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved