Aset Kospin Jasa Mencapai Rp7 Triliun

Sabtu, 18 Maret 2017 - 17:11 WIB
Aset Kospin Jasa Mencapai...
Aset Kospin Jasa Mencapai Rp7 Triliun
A A A
PEKALONGAN - Pertumbuhan Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa menunjukkan tren positif, ketika mencatatkan aset mencapai Rp7 Triliun. Sedangkan capaian pertumbuhan ekonomi Kospin Jasa pada 2016 yakni sebesar 28%.

"Capaian itu berkat dukungan seluruh pihak dan anggota kami. Tahun 2017 ini, pertumbuhan ekonomi secara makro juga belum menunjukkan geliat yang signifikan. Sebab, pelaksanaan Pilkada di 101 daerah termasuk Jakarta sangat berpengaruh. Terutama Jakarta yang paling panas," ucap Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid, Sabtu (18/3/2017).

Pada pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke 43 tahun buku 2016, di Gedung Djunaid, dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kurang bagus. Ini lantaran pemerintah belum mampu mencapai target yang ditentukan.

"Dari target pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,4%, namun pemerintah baru bisa mencapai 5,02% kalau tidak salah. Mau tidak mau kondisi ini berpengaruh pada siituasi ekonomi kondisi lembaga keuangan di Indonesia. Kalau melihat laporan perbankan secara umum, rata-rata pertumbuhan perbankan di Indonesia sepanjang (tahun) 2016 sekitar 12%-13%," sambungnya.

Di sisi lain dia mengakui sejumlah target Kospin Jasa pada 2016, dirasa belum optimal. Contohnya yakni rencana 12 kantor baru, yang baru terealisasi enam kantor baru. "Minggu depan kami resmikan yang di Depok. Februari kemarin kantor yang di Bali juga sudah diresmikan langsung oleh Pak Menteri (Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga) langsung. Untuk para anggota, kami sampaikan juga kantor yang di Bandung proses pembangunan, dan yang di Jl Gajahmada Semarang juga masih relokasi," paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan saat ini seluruh karyawan berjumlah sekitar 1.500 orang dengan aset Kospin Jasa saat ini sudah mencapai Rp 7 triliun. "Alhamdulillah jumlah aset kami terus berkembang. Tahun 2016 aset kami mencapai Rp7 T, itu terdiri dari aset konvensional Rp 5,7 Triliun dan aset syariah Rp1,3 Triliun," jelas dia

Sementara itu Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid, berharap Kospin Jasa terus bertambah maju. Sehingga bisa terus membantu seluruh masyarakat, terutama UMKM. "Asetnya sekarang sudah Rp 7T, semoga bisa terus bertambah baik. Sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya.

Apresiasi juga diberikan Menteri Koperasi dan UMKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, terhadap kinerja seluruh Kospin Jasa. Selain itu, Kospin Jasa merupakan satu-satunya koperasi yang sudah bisa menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Jadi ini (Kospin Jasa) koperasi yang sangat sehat. IT-nya juga sudah bagus. Kalau tidak sehat tidak mungkin bisa sebesar ini. Oleh sebab itu sudah bisa menyalurkan KUR, semoga bisa terus berkembang. Saat ini sudah ada 32 koperasi yang mengajukan diri untuk bisa menjadi penyalur KUR. Untuk bisa salurkan KUR, koperasi harus sehat dan IT harus bagus. Sebab ITnya harus terkoneksi dengan Menteri Keuangan dan juga Bank Indonesia," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Optimalkan Proses Pengiriman,...
Optimalkan Proses Pengiriman, SiCepat Ekspres Operasikan Empat Mesin Sortir
Jasa Pelayanan Belum...
Jasa Pelayanan Belum Dibayar, Pegawai RSUD Ryacudu Lampung Protes
Kurir Shopee Express...
Kurir Shopee Express Mogok Jadi Bahasan Warga Twitter
SiCepat Ekspres Siap...
SiCepat Ekspres Siap Pacu Digitalisasi dan Lakukan Ekspansi
SiCepat Ekspres Catat...
SiCepat Ekspres Catat 46% Lonjakan Pengiriman Paket Lebaran
Sicepat Ekspres Optimalkan...
Sicepat Ekspres Optimalkan TI demi Kepuasan Konsumen 
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
8 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
9 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
9 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
9 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
10 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
10 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved