Ini Permintaan Asian Development Bank untuk Indonesia

Selasa, 21 Maret 2017 - 15:55 WIB
Ini Permintaan Asian...
Ini Permintaan Asian Development Bank untuk Indonesia
A A A
JAKARTA - Indonesia merupakan satu dari 48 negara di Asia Pasifik yang bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Seiring itu, Vice President ADB Bambang Susantono berharap Indonesia bisa mempersiapkan diri dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur dalam negeri.

ADB sendiri sedang membuat analisa mengenai kondisi pembangunan ekonomi negara-negara Asia Pasifik ke depannya. Karena itu, Bambang ingin Pemerintah Indonesia dapat fokus pada pembangunan infrastruktur sesuai dengan baseline yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

"ADB membuat satu analisis untuk kondisi Asia Pasifik ke depan, mengenai kebutuhan infrastruktur. Harapannya ini membuat negara anggota ADB dapat mempersiapkan diri memenuhi kebutuhan mereka untuk membangun infrastruktur," kata Bambang di Grand Hyatt Jakarta, Selasa (21/3/201tujuh).

Kesimpulan ADB, sejatinya Asia Pasifik memerlukan dana untuk infrastruktur USD1,5 triliun per tahun. Angka tersebut di luar ketika ADB memperhatikan faktor-faktor perubahan iklim di negara-negara Asia Pasifik.

"Karena kalau kita juga memperhatikan faktor-faktor perubahan iklim, yang USD1,5 triliun tadi bisa sampai USD1,7 triliun. Tentu ada angka untuk Indonesia berapa dan untuk lainnya berapa. Itu yang sedang kami diskusikan," imbuh Bambang.

Maka, ADB meminta bantuan Pemerintah Indonesia lewat Kemenko Perekonomian, agar kementerian tersebut bisa mengkonduktor (memimpin) seluruh kebijakan yang berkaitan dengan infrastruktur, dimana sektor tersebut akan menjadi sektor utama pembiayaan ADB.

"Mitra kami kan memang di Kemenko Perekonomian yang nanti akan menjadi konduktor dari seluruh kebijakan ekonomi di Indonesia termasuk infrastruktur. Jadi nanti kita lihat bagaimana ke depan kerja sama yang sudah dilakukan," tukasnya.

‎Saat ini, kawasan Asia memang sedang berkembang dan perlu investasi sebesar USD26 triliun selama 2016-2030, atau USD1,7 triliun per tahun. Angka ini, diperlukan jika ingin mempertahankan momentum pertumbuhan, memberantas kemiskinan, dan merespons perubahan iklim. Perkiraan ini telah disesuaikan dengan memasukkan perhitungan biaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
IDSurvey Dukung Akselerasi...
IDSurvey Dukung Akselerasi Transformasi Indonesia Menuju Ekonomi Hijau pada Forum Indonesia Green Connect (IGC) 2025
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Terima Pendanaan dari...
Terima Pendanaan dari CCB Indonesia, IIF Dukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
ADB Revisi Proyeksi...
ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Menjadi Minus 2,2 Persen
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved