Wall Street Berakhir Variatif di Tengah Penantian Investor

Kamis, 23 Maret 2017 - 07:55 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Variatif di Tengah Penantian Investor
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir variatif, ketika sebagian investor fokus terhadap upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mendorong Undang-undang (UU) Kesehatan. Sementara sebelumnya bursa saham AS tersentak untuk turun tajam ke posisi terburuk.

Keraguan investor terhadap Trump dalam merombak kebijakan sektor kesehatan, juga menjadi sinyal sulit terwujudnya janji untuk memotong pajak perusahaan hingga membuat pasar saham terpuruk sejak pemilu Pada perdagangan pagi hari, beberapa saham tampak jatuh, meski kemudian bangkit kembali.

Saham Apple (AAPL. O) naik cukup tinggi mencapai 1,7% dan memberikan dorongan terbesar untuk tiga indeks utama. Menurut Presiden dari sebuah perusahaan penasihat investasi Alan B. Lancz & Associates yakni Alan Lancz mengatakan, dengan banyaknya aktivitas investor kemarin ini menjadi saatnya untuk membeli.

Seperti diketahui anggota parlemen Trump dan Republik telah kehilangan dukungan yang dibutuhkan dalam pembahasan UU Kesehatan yang dijadwalkan bakal melakuka pemungutan suara tengah pekan ini. Kehilangan atau adanya penundaan diyakini akan meremukkan kepercayaan investor terkait kemampuan legislatif untuk menjaga janjinya bagi pebisnis.

Jika itu terjadi, maka diyakini Anda bisa melihat sedikit volatilitas di pasar. Tercatat pada perdagangan kemarin Dow Jones terbebani oleh penurunan saham Nike (NKE. N) 7,05%. Harga minyak menyentuh level terendah dalam empat bulan setelah data menunjukkan persediaan minyak AS meningkat lebih cepat dari yang diharapkan.

S & P 500 sendiri telah memperoleh tambahan sebesar 10% sejak pemilihan, terutama karena sentimen adanya rencana pemotongan pajak dan peningkatan dana infrastruktur. Dow Jones Industrial Average (DJI) berakhir tergelincir 0,03 poin menjadi 20.661,3, sedangkan indeks S & P 500 memperoleh tambahan 0,19% ke level 2.348,45. Di sisi lain komposit Nasdaq bertambah 0,48% ke level 5.821,64.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P mendapatkan tambahan dengan indeks teknologi mencetak keuntungan terbesar 0,8%. Sedangkan sektor keuangan pada awal pekan kemarin mengalami penurunan harian terburuk sejak Juni, usai kehilangan 0,2%. Sekitar 6,9 miliar saham diperdagangkan, tepat di bawah rata-rata harian 7,0 miliar dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved