IHSG Dianggap Tak Terpengaruh Penghindaran Risiko

Jum'at, 24 Maret 2017 - 11:36 WIB
IHSG Dianggap Tak Terpengaruh...
IHSG Dianggap Tak Terpengaruh Penghindaran Risiko
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin berhasil menguat dengan ditutup kembali memecahkan rekor, hampir tak terpengaruh oleh masalah Donald Trump yang memicu gelombang penghindaran risiko.

(Baca: IHSG Kembali Cetak Rekor ke Level 5.563, Bursa Asia Lebih Tinggi )

Prospek keseluruhan terhadap perekonomian Indonesia terlihat menjanjikan, sehingga IHSG berpotensi semakin menguat karena sentimen optimistis.

"Di luar Indonesia, investor siaga menjelang voting UU kesehatan di Kongres yang dapat sangat menguji pemerintahan Trump," ujar Research Analyst FXTM Lukman Otunuga dalam riset yang diterima, Jumat (23/3/2017).

Ketidakpastian tentang agenda ekonomi yang diajukan Donald Trump memicu penghindaran risiko dan apabila terjadi komplikasi dalam reformasi kesehatan, maka reli pasar saham yang fenomenal ini dapat terganggu.

(Baca: IHSG Akhir Pekan Dibuka Meroket, Bursa Asia Mixed )

Saham global dapat terkena guncangan dengan ancaman kemungkinan kemunduran UU Kesehatan akan memicu keraguan terhadap kemampuan Trump untuk melanjutkan proposal pemangkasan pajak dan belanja infrastruktur.

"Hari ini adalah ujian besar pertama atas kemampuan legislatif Trump dan hasilnya mungkin mengakibatkan penurunan atau pantulan teknikal untuk dimanfaatkanbulls," ungkap dia.

Sementara itu, USD melemah pekan ini. Indeks USD kesulitan untuk kembali melampaui 100.00 karena para penjual memanfaatkan masalah Trump untuk menyerang harga tanpa ampun.

Dia menuturkan, para investor bullish terus mencari inspirasi untuk mengangkat USD dan pidato Yellen hari ini di Community Development Conference dianggap sebagai suatu peluang.

"Apabila Yellen mengeluarkan kejutan hawkish atau informasi baru mengenai jadwal kenaikan suku bunga, maka bulls dapat termotivasi untuk mengangkat Indeks Dolar kembali ke level psikologis 100.00. Sebaliknya, jika bulls kecewa, maka USD dapat semakin melemah di jangka pendek," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
17 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
34 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved