YLKI : Pemerintah Harus Waspadai Predator Tarif Angkutan Online

Jum'at, 31 Maret 2017 - 10:21 WIB
YLKI : Pemerintah Harus...
YLKI : Pemerintah Harus Waspadai Predator Tarif Angkutan Online
A A A
YOGYAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah untuk mewaspadai gejala penolakan tarif batas bawah oleh angkutan online. Karena bisa jadi, penolakan tersebut akan menjadi predator tarif.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, angkutan online memang tidak bisa dilarang, tetapi diatur layaknya di negara lain baik tarif ataupun jumlahnya. Hanya saja, pemerintah memang harus mewaspadai soal gejala penolakan tarif batas bawah karena berdasarkan pengalaman dari maskapai penerbangan, tarif batas bawah disalahgunakan sebagai predator tarif.

"Tarif tersebut diterapkan untuk menjatuhkan operator lain. Setelah operator terpuruk dan gulung tikar, akhirnya kembali menggunakan tarif seperti operator yang gulung tikar bahkan menggunakan tarif batas atas," tuturnya, Jumat (31/3/2017).

Lebih lanjut dia mencontohkan Lion Air misalnya, mereka jor-joran dengan tarif murah di rute tertentu akhirnya maskapai lain jatuh karena tidak mampu bersaing. Ketika maskapai lain jatuh dan Lion Air tetap beroperasi dengan tarif yang jauh lebih mahal. Masyarakat terpaksa menggunakannya karena tidak ada alternatif lain di rute tersebut.

Jadi menurutnya, penerapan tarif batas atas dan batas bawah bisa dilakukan di angkutan taksi layaknya di maskapai penerbangan. Jika konsumen menginginkan layanan yang lebih maka harus bersedia membayar tarif batas atas.

Salah satu pengurusan Paguyuban Taksi Online Yogyakarta Deni Dirgantoro mengatakan, para pelaku taksi online enggan jika harus menerapkan tarif layaknya tarif taksi konvensional. Karena sejatinya keberadaan mereka sebenarnya sebagai angkutan murah pengganti bus-bus angkutan umum yang kini sudah tidak ada.

"Kalau tarif online disamakan konvensional, kita bukan angkutan murah lagi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Buka Lapangan Kerja,...
Buka Lapangan Kerja, Partai Emas Uji Coba Layanan Transportasi Daring
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Penataan Stasiun Terintegrasi Berjalan Baik
Bluebird Kenalkan Versi...
Bluebird Kenalkan Versi Aplikasi Terbaru MyBlueBird
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Cara Mitra Taksi Online...
Cara Mitra Taksi Online Menyiasati Orderan Sepi Saat Pandemi
Berita Terkini
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
10 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
21 menit yang lalu
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
35 menit yang lalu
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
1 jam yang lalu
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
2 jam yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved