IHSG Melemah, Bursa Asia Turun Menunggu Pertemuan Trump-Jinping
Jum'at, 31 Maret 2017 - 16:27 WIB
IHSG Melemah, Bursa Asia Turun Menunggu Pertemuan Trump-Jinping
A
A
A
JAKARTA - Mengakhiri bulan Maret 2017, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lebih rendah. Indeks pada Jumat (31/3/2017) turun 24,85 poin atau 0,44% ke level 5.568,11.
Pelemahan indeks pada hari ini sudah terpantau sejak awal perdagangan, dengan dibuka melemah 0,06% atau 3,43 poin di level 5.589,52. Meski sempat rebound, namun pada sesi I perdagangan, IHSG turun 3,36 poin atau 0,06% ke level 5.589,59. Sepanjang Jumat ini, indeks diperdagangkan dengan kisaran 5.568,11-5.606,02.
Dari 436 saham yang diperdagangkan, 187 naik, 144 melemah, dan 105 stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir melemah dengan sektor saham konsumer tergerus paling tinggi, turun 1,25%, disusul manufaktur yang melemah 0,83%. Sementara saham properti berada paling tinggi dengan naik 0,61%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp7,05 triliun dari 11,16 miliar saham yang diperdagangkan. Aksi tercatat melakukan net selling, dimana transaksi bersih asing minus Rp61,73 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,77 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,71 triliun.
Lesunya indeks karena tidak ada sentimen domestik, karena investor sedang menunggu rilis data inflasi Indonesia pada pekan depan. Adapun faktor eksternal, melemahnya bursa Asia ikut menyeret IHSG,
Pasar Asia pada penutupan perdagangan di akhir Maret ini, mayoritas lebih rendah. Karena investor sedang menunggu harapan pertemuan dua pemimpin negara ekonomi besar dunia, antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden RRC Xi Jinping untuk mengatasi defisit perdagangan dan persoalan tarif.
Pertemuan keduanya dijadwalkan pada pekan depan di Miami, Florida, Amerika Serikat. Namun Trump dalam twitternya menyebut pertemuan tersebut merupakan "salah satu hal sulit" karena ia tidak bisa mentoleransi defisit perdagangan dengan China yang semakin melebar.
Melansir dari CNBC, Jumat (31/3/2017), masalah perdagangan global ini, membuat bursa Australia ASX 200 ditutup turun 0,53% atau 31,32 poin menjadi 5.864,8. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,71%.
Nikkei 225 Jepang berakhir anjlok 153,96 poin atau 0,81% ke 18.909,26, karena yen menguat terhadap dolar AS menjadi 111,84 pada penutupan pukul 03:03 HK/SIN, setelah sebelumnya dibuka rendah di 112,19.
Di Korea Selatan, indeks Kospi tergelincir 4,41 poin atau 0,2% ke level 2.160,23. Hal tersebut disebabkan data produksi pabrik di Korsel pada Februari yang turun 3,4% dari bulan sebelumnya, menjadi yang terburuk sejak 8 tahun lalu.
Berbeda dengan yang lain, bursa China mengalami penguatan dengan Shanghai ditutup naik 12,36 poin atau 0,39% ke 3.222,60 dan Shenzhen bertambah 6,89 poin atau 0,34% ke 1.986,47. Naiknya bursa China didorong oleh data PMI manufaktur bulan Maret yang naik menjadi 51,8, berbanding posisi Februari di angka 51,6.
Pelemahan indeks pada hari ini sudah terpantau sejak awal perdagangan, dengan dibuka melemah 0,06% atau 3,43 poin di level 5.589,52. Meski sempat rebound, namun pada sesi I perdagangan, IHSG turun 3,36 poin atau 0,06% ke level 5.589,59. Sepanjang Jumat ini, indeks diperdagangkan dengan kisaran 5.568,11-5.606,02.
Dari 436 saham yang diperdagangkan, 187 naik, 144 melemah, dan 105 stagnan. Mayoritas sektor saham berakhir melemah dengan sektor saham konsumer tergerus paling tinggi, turun 1,25%, disusul manufaktur yang melemah 0,83%. Sementara saham properti berada paling tinggi dengan naik 0,61%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp7,05 triliun dari 11,16 miliar saham yang diperdagangkan. Aksi tercatat melakukan net selling, dimana transaksi bersih asing minus Rp61,73 miliar, dengan aksi jual asing Rp2,77 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,71 triliun.
Lesunya indeks karena tidak ada sentimen domestik, karena investor sedang menunggu rilis data inflasi Indonesia pada pekan depan. Adapun faktor eksternal, melemahnya bursa Asia ikut menyeret IHSG,
Pasar Asia pada penutupan perdagangan di akhir Maret ini, mayoritas lebih rendah. Karena investor sedang menunggu harapan pertemuan dua pemimpin negara ekonomi besar dunia, antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden RRC Xi Jinping untuk mengatasi defisit perdagangan dan persoalan tarif.
Pertemuan keduanya dijadwalkan pada pekan depan di Miami, Florida, Amerika Serikat. Namun Trump dalam twitternya menyebut pertemuan tersebut merupakan "salah satu hal sulit" karena ia tidak bisa mentoleransi defisit perdagangan dengan China yang semakin melebar.
Melansir dari CNBC, Jumat (31/3/2017), masalah perdagangan global ini, membuat bursa Australia ASX 200 ditutup turun 0,53% atau 31,32 poin menjadi 5.864,8. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,71%.
Nikkei 225 Jepang berakhir anjlok 153,96 poin atau 0,81% ke 18.909,26, karena yen menguat terhadap dolar AS menjadi 111,84 pada penutupan pukul 03:03 HK/SIN, setelah sebelumnya dibuka rendah di 112,19.
Di Korea Selatan, indeks Kospi tergelincir 4,41 poin atau 0,2% ke level 2.160,23. Hal tersebut disebabkan data produksi pabrik di Korsel pada Februari yang turun 3,4% dari bulan sebelumnya, menjadi yang terburuk sejak 8 tahun lalu.
Berbeda dengan yang lain, bursa China mengalami penguatan dengan Shanghai ditutup naik 12,36 poin atau 0,39% ke 3.222,60 dan Shenzhen bertambah 6,89 poin atau 0,34% ke 1.986,47. Naiknya bursa China didorong oleh data PMI manufaktur bulan Maret yang naik menjadi 51,8, berbanding posisi Februari di angka 51,6.
(ven)
Lihat Juga :