PTI PT JICT Diminta Diaudit Secara kredibel

Minggu, 02 April 2017 - 07:20 WIB
PTI PT JICT Diminta...
PTI PT JICT Diminta Diaudit Secara kredibel
A A A
JAKARTA - Audit pengelolaan dana Program Tabungan Investasi (PTI) di Jakarta International Container Terminal (JICT) yang dikelola Koperasi Karyawan (Kopkar) JICT belum bisa dilaksanakan.

Sampai saat ini permintaan audit Pelindo II ke BPK belum mendapat titik terang. Demikian juga permintaan audit dari JICT pada 2015 lalu.

"Atas dasar prinsip-prinsip Good Corporate Governance, terutama prinsip transparansi dan akuntabilitas sebaiknya PT JICT menghentikan transfer dana itu untuk sementara sampai ada audit yang kredibel. Kalau tidak yang kasihan para pekerja yang telah menguasakan uangnya dikelola oleh Kopkar," kata Andianto SH Koordinator Geram BUMN di Jakarta, Jumat (31/3).

"Total dana yang sudah ditransfer dari 2009-2015 kurang lebih sebesar 117,99 miliar. Dana itu harus diaudit dulu sebelum PT JICT menteransfer untuk tahun berikutnya. Sementara mohon ditahan dulu," Tegasnya.

Kami juga meminta kementerian Koperasi untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi di JICT.

"Kalau mengacu aturan koperasi di sana di jelaskan unsur orang-orang yang harus mengetahui laporan keuangan koperasi, seperti; pengurus koperasi, dewan pengawas, anggota/karyawan, pemberi dana.

"Kewajaran jika PT JICT/pemberi dana untuk mengetahui laporan keuangan koperasi karyawannya, dikarenakan untuk menjamin dana yang diberikan masih masih sehat atau tidak. Dan tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang berguna bagi orang-orang yang berkepentingan," ungkap Andianto.

Koperasi harus mampu menjadi organisasi yang sehat, transparan, akuntabel, responsibel, dan pengurus atau pengelola harus terbebas dari kepentingan personal ataupun golongan.

Sementara itu, Pimpinan dewan koperasi Indonesia wilayah DKI Jakarta, Suyanto, SE, M.Si, mengatakan, baru mengetahui permasalahan PTI Kopkar JICT dari media, kalau permasalahan soal koperasi sebaiknya diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.

“Pihak PT Pelindo II, PT JICT, SP JICT dan Kopkar JICT harus mengedepankan kepentingan bersama, sejatinya koperasi itu harus ada keterbukaan dalam pengelolaan keuangan dengan mengikuti aturan yang ada dan harus melibatkan audit independen” kata Suyanto, saat di hubungi awak media, di Jakarta, (31/3).

"Kami Dewan Koperasi akan mengkaji dan mendiskusikan terkait persoalan tersebut, intinya nanti kami akan sampaikan dari hasil diskusi bersama pengurus dan bisa juga kami rekomendasikan ke Dekopinda Jakarta Utara," katanya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
30 menit yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
46 menit yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
1 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
2 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
3 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Terkuat di...
10 Negara Terkuat di Dunia 2025 secara Militer Versi GFP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved