Mendag Enggar Trauma Pegawainya Kena Ciduk KPK
Senin, 03 April 2017 - 11:39 WIB
Mendag Enggar Trauma Pegawainya Kena Ciduk KPK
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa kasus dugaan suap proses bongkar muat peti kemas (dwelling time), yang melibatkan salah seorang pejabat di Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyisakan trauma yang mendalam di kantornya. Bahkan, kantin Kemendag tempat proses transaksi suap tersebut pun ditutup.
(Baca Juga: Enggar Undang KPK Ceramahi Pegawai Kemendag )
Hal tersebut dikatakannya dalam acara In House Discussion dengan tema "Membangun Budaya Anti Korupsi di Lingkungan Kementerian Perdagangan" yang digelar Kemendag.
"Pada waktu terjadi sekali disini, traumanya luar biasa. Jangan sampai ada lagi disini. Karena kantin tempat transaksi, maka kantin ditutup. Saking traumanya. Itu sama aja sakit kepala, kepalanya dipotong," katanya di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (3/4/2017).
Namun, lanjut dia, kantin tersebut akhirnya dibuka kembali dan dia mewanti-wanti jangan sampai ada lagi transaksi suap di kantin tersebut. "Asal jangan ada transaksi lagi," tegas dia.
Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini mengaku saat ini telah benar-benar merasakan mayoritas pegawai di lingkungan Kemendag memiliki komitmen untuk berbuat bagi bangsa dan negara tanpa ada ketakutan. Sebab, beberapa waktu lalu pegawainya takut bertindak lantaran trauma kasus suap tersebut.
"Beberapa waktu lalu ada juga, daripada kena mending tidak kerja. Saya sampaikan, kalau untuk negara tanpa imbalan apapun, saya tanggung jawab. Saya lindungi, kita tidak ada rencana upaya kriminalisasi dan mencari-mencari. Tanpa dicari sudah banyak yang ditangkap. Karena yang diintip KPK agak banyak. Mudah-mudahan tidak ada lagi di kita," harapnya.
Dalam waktu dekat, Enggar mengaku akan mengundang KPK kembali untuk melakukan pertemuan dengan pegawai eselon III dan eselon IV di Kemendag. "Kita akan bertemu eselon III dan IV, tanpa ada atasannya. Saya mau menimbulkan sikap berontak dari anak muda atas sesuatu yang tidak benar, karena masa depan Indonesia ada di Anda," tandasnya.
(Baca Juga: Enggar Undang KPK Ceramahi Pegawai Kemendag )
Hal tersebut dikatakannya dalam acara In House Discussion dengan tema "Membangun Budaya Anti Korupsi di Lingkungan Kementerian Perdagangan" yang digelar Kemendag.
"Pada waktu terjadi sekali disini, traumanya luar biasa. Jangan sampai ada lagi disini. Karena kantin tempat transaksi, maka kantin ditutup. Saking traumanya. Itu sama aja sakit kepala, kepalanya dipotong," katanya di Auditorium Kemendag, Jakarta, Senin (3/4/2017).
Namun, lanjut dia, kantin tersebut akhirnya dibuka kembali dan dia mewanti-wanti jangan sampai ada lagi transaksi suap di kantin tersebut. "Asal jangan ada transaksi lagi," tegas dia.
Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini mengaku saat ini telah benar-benar merasakan mayoritas pegawai di lingkungan Kemendag memiliki komitmen untuk berbuat bagi bangsa dan negara tanpa ada ketakutan. Sebab, beberapa waktu lalu pegawainya takut bertindak lantaran trauma kasus suap tersebut.
"Beberapa waktu lalu ada juga, daripada kena mending tidak kerja. Saya sampaikan, kalau untuk negara tanpa imbalan apapun, saya tanggung jawab. Saya lindungi, kita tidak ada rencana upaya kriminalisasi dan mencari-mencari. Tanpa dicari sudah banyak yang ditangkap. Karena yang diintip KPK agak banyak. Mudah-mudahan tidak ada lagi di kita," harapnya.
Dalam waktu dekat, Enggar mengaku akan mengundang KPK kembali untuk melakukan pertemuan dengan pegawai eselon III dan eselon IV di Kemendag. "Kita akan bertemu eselon III dan IV, tanpa ada atasannya. Saya mau menimbulkan sikap berontak dari anak muda atas sesuatu yang tidak benar, karena masa depan Indonesia ada di Anda," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :