Rupiah Diramal Bakal Sulit Menguat
Selasa, 04 April 2017 - 08:47 WIB
Rupiah Diramal Bakal Sulit Menguat
A
A
A
JAKARTA - Adanya rilis inflasi yang dipersepsikan terkendali memberikan sentimen positif pada rupiah sehingga sudah tentu memberikan peluang dan harapan akan adanya kenaikan kembali. Namun demikian, penguatan tersebut masih perlu diuji ketahanannya, terutama jika sentimen dari rilis positif inflasi telah lewat. Masih kuat nya posisi USD di zona hijau dimungkinkan dapat menghalangi potensi kenaikan lanjutan rupiah.
"Laju rupiah masih berada dalam rentang pergerakan tipis sebelum menemukan momentum kenaikannya. Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat merubah arah penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (4/4/2017).
(Baca Juga: Rupiah Berakhir Menyusut di Awal Pekan, USD Naik Tipis )
Diperkirakan olehnya, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.336/USD dan resisten Rp13.312/USD. Sementara, sama halnya dengan IHSG dimana harapan akan adanya penguatan di tengah adanya tren pelemahan, kembali terwujud. Laju rupiah mampu mengalami kenaikan, meski tipis.
Tampaknya pergerakan rupiah menyerap sentimen positif dari rendahnya angka inflasi. Seperti yang disampaikan sebelumnya dimana rilis deflasi 0,02% di bulan Maret 2017 sangatlah jauh di bawah perkiraan yang memperkirakan masih adanya potensi terjadinya inflasi.
"Anggapan stabilnya inflasi memberikan sentimen positif pada kondisi makro yang berimbas positif pada laju nilai tukar rupiah. Di sisi lain, laju rupiah sekaligus dapat bertahan di tengah penguatan USD seiring rilis data-data ekonominya yang menunjukan progres pemulihan," pungkasnya.
"Laju rupiah masih berada dalam rentang pergerakan tipis sebelum menemukan momentum kenaikannya. Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat merubah arah penguatan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (4/4/2017).
(Baca Juga: Rupiah Berakhir Menyusut di Awal Pekan, USD Naik Tipis )
Diperkirakan olehnya, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.336/USD dan resisten Rp13.312/USD. Sementara, sama halnya dengan IHSG dimana harapan akan adanya penguatan di tengah adanya tren pelemahan, kembali terwujud. Laju rupiah mampu mengalami kenaikan, meski tipis.
Tampaknya pergerakan rupiah menyerap sentimen positif dari rendahnya angka inflasi. Seperti yang disampaikan sebelumnya dimana rilis deflasi 0,02% di bulan Maret 2017 sangatlah jauh di bawah perkiraan yang memperkirakan masih adanya potensi terjadinya inflasi.
"Anggapan stabilnya inflasi memberikan sentimen positif pada kondisi makro yang berimbas positif pada laju nilai tukar rupiah. Di sisi lain, laju rupiah sekaligus dapat bertahan di tengah penguatan USD seiring rilis data-data ekonominya yang menunjukan progres pemulihan," pungkasnya.
(akr)