Lebih Ekonomis, KSLL Cocok Diaplikasikan di Bandung

Kamis, 06 April 2017 - 06:28 WIB
Lebih Ekonomis, KSLL...
Lebih Ekonomis, KSLL Cocok Diaplikasikan di Bandung
A A A
JAKARTA - Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) karya anak bangsa dinilai cocok di aplikasikan di kota Bandung yang memiliki tanah tidak rata. "Konstruksi yang tergolong pondasi dangkal ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mendirikan bangunan komersial dengan struktur yang kuat namun harganya terjangkau," kata Konsultan Teknik dari Studio Urbana Bandung, Dede Herdi pada Rabu (5/4/2017).

Hanya saja untuk tanah di lereng curam seperti banyak terdapat di Jawa Barat, dibutuhkan perbaikan terlebih dahulu karena pondasi tetap harus mendapat daya dukung tanah tidak dapat berdiri sendiri.

Kalau untuk tanah lereng setelah diratakan (cutting) maka yang diperlukan harus dibuat turap. Kemudian kalau kondisi tanahnya tidak memenuhi syarat harus diganti dengan tanah baru yang lebih memenuhi persyaratan untuk berdirinya bangunan.

Konstruksi sarang laba-laba dikenal sebagai konstruksi yang telah teruji di daerah gempa serta sudah banyak diaplikasikan di Provinsi Aceh, Sumatra Barat dan Bengkulu. Sehingga konstruksi ini juga cocok untuk wilayah Jawa Barat yang tanahnya labil.

Konstruksi yang patennya dipegang PT Katama Suryabumi ini, dikenal ramah lingkungan sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan di kota Bandung yang bangunannya sudah padat. Tidak perlu menggunakan alat berat, karena pembangunannya menggunakan padat tenaga kerja sehingga tidak akan menggangu aktivita di sekelilingnya.

Dede mengatakan, konstruksi sarang laba-laba sangat cocok diterapkan pada bangunan dengan ketinggian empat sampai delapan lantai. Karena dari hitungan teknis, mulai transportasi, tenaga kerja, bahan bangunan, nilainya lebih ekonomis dibanding konstruksi lainnya.

Namun untuk bangunan rumah tinggal di bawah tiga lantai hitung-hitungannya menjadi tidak ekonomis. "Sehingga konstruksi sarang laba-laba sangat cocok diterapkan untuk bangunan komersial seperti rumah sakit, tempat belanja, restoran, dan lain sebagainya," kata Dede.

Bahkan pabrikan asal Jepang PT Nishikawa Karya Indonesia di Rancaekek mempercayakan pondasi pabriknya menggunakan konstruksi sarang laba-laba. Menurut Anditiawarman, konsultan pembangunan pabrik Nishikawa, salah satu syarat yang diajukan pihak Nishikawa konstruksi tersebut harus mampu menerima beban mesin di atasnya. Untuk itu mereka meminta konstruksi yang memiliki daya dukung 3 ton per meter persegi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duet Aswandi-Desiderius...
Duet Aswandi-Desiderius Viby Indrayana Pimpin ASPEKNAS
Dihantam Pandemi Covid-19,...
Dihantam Pandemi Covid-19, Pengusaha Konstruksi Ini Mampu Bertahan
Bisnis Konstruksi Terkendala...
Bisnis Konstruksi Terkendala Pandemi, Totalindo Tetap Bertahan
Mendorong Percepatan...
Mendorong Percepatan Regulasi dan Akses UMKM dalam Sektor Konstruksi
Penguatan Konstruksi...
Penguatan Konstruksi Industri dan Komersial Dorong Surabaya Jadi Pusat Bisnis Megapolitan
Sektor Jasa Konstruksi...
Sektor Jasa Konstruksi Kena Imbas Pelemahan Kurs Rupiah, Ini Tantangannya
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
22 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
55 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved