Wall Street Melemah di Tengah Sinyal The Fed Ubah Kebijakan

Kamis, 06 April 2017 - 08:48 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah di Tengah Sinyal The Fed Ubah Kebijakan
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan kemarin waktu setempat, Rabu mengikuti sinyal Federal Reserve (The Fed) yang kemungkinan bisa mengubah kebijakan investasi obligasi tahun ini. Sentimen lain datang dari keprihatinan investor tentang kemampuan pemerintahan Donald Trump untuk mewujudkan kebijakan pemotongan pajak seperti yang dijanjikan pada saat masa kampanye pemilihan presiden (Pilpres).

Sebagian besar pembuat kebijakan The Fed berpikir Bank Sentral AS harus mengambil langkah-langkah untuk memulai melakukan pemangkasan anggaran. Chief Officer Investasi OakBrook Investments LLC Janna Sampson mengatakan ada beberapa pemirikan yang menilai normalisasi neraca akan menekan pertumbuhan, namun ada juga yang menyatakan bakal ada kenaikan lebih dari yang telah diharapkan.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/4/2017) volume perdagangan Dow Jones Industrial Average (DJI) berakhir menyusut 41,09 poin atau 0,2% di level 20.648,15 saat indeks S & P 500 kehilangan 7,21 poin atau setara dengan 0,31% menjadi 2.352,95. Selanjutnya pelemahan juga terjadi pada komposit Nasdaq sebesar 34,13 poin atau 0,58% ke level 5.864,48.

Dow Jone mencetak pelemahan terbesar dalam 14 bulan di sesi perdagangan kemarin, setelah sebelumnya sempat mencetak keuntungan lebih 198 poin. Di sisi lain setelah kegagalan mendorong reformasi Undang-undang (UU) kesehatan, investor berharap pemotongan pajak perusahaan yang dijanjikan Presiden Donald Trump dalam lebih dekat dengan kenayataan.

Meski begitu juru bicara dewan AS Paul Ryan mengatakan, bahwa reformasi pajak bakal memakan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya daripada kesehatan. "Tampaknya ini seperti kombinasi hawkish Fed ditambah kekecewaan tentang kecepatan reformasi pajak dan mundurnya harga minyak mentah," papar Wakil Presiden bidang perdagangan dan derivatif Charles Schwab Randy Frederick.

Pada perdagangan kemarin waktu setempat, terdapat sembilan dari 11 sektor utama S & P berakhir lebih rendah. Di awal hari S & P telah meningkat mencapai 0,8% dan Nasdaq memukul rekor tinggi setelah data pekerjaan sektor swasta menunjukkan tren positif. Data menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS telah membuka pekerjaan sebanyak 263.000 bulan Maret, hal ini di atas ekspektasi ekonom yakni 187,000.

Indeks Nasdaq Bioteknologi berbalik negatif pada sore hari untuk mengakhiri turun 1,4%. Lebih dari 7,58 miliar saham diperdagangan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian 6,8 miliar dalam 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
4 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
4 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
5 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
9 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved