Ekspor DIY Alami Peningkatan di Awal 2017
Kamis, 06 April 2017 - 14:50 WIB
Ekspor DIY Alami Peningkatan di Awal 2017
A
A
A
YOGYAKARTA - Ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sepanjang awal 2017, tercatat mengalami peningkatan. Nilai ekspor selama dua bulan pertama mulai Januari dan Februari 2017 kemarin mencapai USD 61,82 juta. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 16,53% dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 53,05 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono mengatakan, nilai ekspor DIY selama 2017 memang mengalami perbaikan. Peningkatan terjadi setelah sembilan dari sepuluh komoditas utama mengalami kenaikan dengan kenaikan terbesar komoditas Minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian dan hanya satu komoditas saja yang mengalami penurunan yaitu plastik dan barang dari plastik.
"Penurunan plastik dan barang dari plastik masih bisa dicover peningkatan sembilan komoditas," tuturnya, Kamis (6/4/2017).
Sembilan komoditas yang mengalami peningkatan di antaranya pakaian jadi bukan rajutan, perabotan penerangan rumah, barang dari kulit, barang rajutan, kayu atau barang dari kayu, bulu unggas, minyak atsiri serta kosmetik wangi-wangian, jerami atau bahan anyaman hingga kertas.
Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada perabot atau penerangan rumah dari USD5,3 juta pada periode Januari-Februari 2016, meningkat menjadi USD 9,7 juta. Peningkatan paling kecil terjadi pada kertas. Di periode Januari-Februari 2016 nilai ekspor komoditas ini hanya USD 1,2 juta, naik di periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 1,5 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, JB Priyono mengatakan, nilai ekspor DIY selama 2017 memang mengalami perbaikan. Peningkatan terjadi setelah sembilan dari sepuluh komoditas utama mengalami kenaikan dengan kenaikan terbesar komoditas Minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian dan hanya satu komoditas saja yang mengalami penurunan yaitu plastik dan barang dari plastik.
"Penurunan plastik dan barang dari plastik masih bisa dicover peningkatan sembilan komoditas," tuturnya, Kamis (6/4/2017).
Sembilan komoditas yang mengalami peningkatan di antaranya pakaian jadi bukan rajutan, perabotan penerangan rumah, barang dari kulit, barang rajutan, kayu atau barang dari kayu, bulu unggas, minyak atsiri serta kosmetik wangi-wangian, jerami atau bahan anyaman hingga kertas.
Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada perabot atau penerangan rumah dari USD5,3 juta pada periode Januari-Februari 2016, meningkat menjadi USD 9,7 juta. Peningkatan paling kecil terjadi pada kertas. Di periode Januari-Februari 2016 nilai ekspor komoditas ini hanya USD 1,2 juta, naik di periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 1,5 juta.
(akr)
Lihat Juga :