KAI Minta PMN Rp5,6 Triliun untuk Bangun LRT
Kamis, 13 April 2017 - 14:53 WIB
KAI Minta PMN Rp5,6 Triliun untuk Bangun LRT
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan meminta dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp5,6 triliun. Dana ini nantinya digunakan untuk membangun LRT.
(Baca: KAI Pastikan Harga Tiket LRT Tak Lebih dari Rp12.000 )
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, akan menyerahkan proses PMN sepenuhnya ke DPR. Diharapkan anggota dewan dapat meneken persetujuan anggaran tersebut.
"Pasti diproses, ini masuk langsung tapi melalui persetujuan DPR, proses seperti biasa," ujar dia di Jakarta, Kamis (13/4/2017).
Edi menjelaskan, kalau DPR tidak menyetujui PMN ini dicairkan tahun ini maka bisa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Pastinya, jangan sampai pembangunan proyek LRT mangkrak karena kekurangan dana.
"Ini kan kerjaannya harus jalan. Jangan sampai mangkrak, Rp5,6 triliun memang diharapkan kelar dari PMN dan disetujui," katanya.
Menurutnya, jika sudah masuk dalam APBN maka anggaran sebanyak Rp5,6 triliun tersebut akan tercantum dalam anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara secara keseluruhan total dana Rp23 triliun akan dialokasikan untuk prasarana dan Rp4 triliun untuk sarana.
Rinciannya dana Rp9 triliun dari penyertaan modal negara (PMN) dan Rp18 triliun dari perbankan. "Jadi larinya ke sana. Kita cari solusi supaya ini bisa jalan," ucapnya.
(Baca: KAI Pastikan Harga Tiket LRT Tak Lebih dari Rp12.000 )
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, akan menyerahkan proses PMN sepenuhnya ke DPR. Diharapkan anggota dewan dapat meneken persetujuan anggaran tersebut.
"Pasti diproses, ini masuk langsung tapi melalui persetujuan DPR, proses seperti biasa," ujar dia di Jakarta, Kamis (13/4/2017).
Edi menjelaskan, kalau DPR tidak menyetujui PMN ini dicairkan tahun ini maka bisa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Pastinya, jangan sampai pembangunan proyek LRT mangkrak karena kekurangan dana.
"Ini kan kerjaannya harus jalan. Jangan sampai mangkrak, Rp5,6 triliun memang diharapkan kelar dari PMN dan disetujui," katanya.
Menurutnya, jika sudah masuk dalam APBN maka anggaran sebanyak Rp5,6 triliun tersebut akan tercantum dalam anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara secara keseluruhan total dana Rp23 triliun akan dialokasikan untuk prasarana dan Rp4 triliun untuk sarana.
Rinciannya dana Rp9 triliun dari penyertaan modal negara (PMN) dan Rp18 triliun dari perbankan. "Jadi larinya ke sana. Kita cari solusi supaya ini bisa jalan," ucapnya.
(izz)
Lihat Juga :