Agus Marto dan Jonan Beda Pendapat Soal Bansos Nontunai

Kamis, 13 April 2017 - 16:31 WIB
Agus Marto dan Jonan...
Agus Marto dan Jonan Beda Pendapat Soal Bansos Nontunai
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) Ignasius Jonan berbeda pendapat soal biaya penyaluran bantuan sosial (bansos) non-tunai lewat kartu keluarga sejahtera (KKS). Padahal, hari ini keduanya baru saja menandatangani nota kesepahaman terkait penyaluran subsidi LPG 3 kilogram (kg) lewat KKS.

(Baca Juga: BI Buka Peluang Bank Swasta Salurkan Bansos )

Dalam sambutannya, Jonan meminta perbankan penyalur bansos untuk tidak menarik biaya (bank charge) lagi kepada masyarakat. Sebab, hal tersebut akan merugikan masyarakat yang notabene merupakan masyarakat tidak mampu.

Adapun bank-bank yang saat ini menyalurkan bantuan sosial adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. "Nanti kalau misalnya jadi LPG masuk ke kartu, kartunya namanya KKS. Itu tolong teman-teman perbankan jangan ada bank charge ya. mMalah harusnya (bank) bayar ke pemerintah," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Mendengar komentar Jonan tersebut, Gubernur BI pun langsung bereaksi. Agus mengungkapkan bahwa pihaknya akan menjaga agar perbankan mendapat keuntungan (margin) yang pas. Dia meminta Jonan agar tidak menekan bank-bank tersebut hingga pada akhirnya mereka rugi.

"Kami mau titip, perbankan enggak usah khawatir. Anda akan dijaga mendapat margin yang pas. Tidak boleh margin yang berlebihan. Jadi Pak Menteri jangan dibuat mereka terlalu rugi. Nanti tidak sustain," pinta dia.

Bahkan, mantan Menteri Keuangan ini sempat menyinggung masa lalu Jonan saat menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero). Menurutnya, Jonan kala itu kerap membuat perbankan merugi.

"Ketika pak menteri jadi pimpinan BUMN, itu memang bank nya bukan jadi untung malah jadi rugi karena disedot PT KAI semua. Jadi pak menteri jangan dibuat terlalu mereka rugi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Mandiri Salurkan...
Bank Mandiri Salurkan Bansos hingga April 2020 Tembus Rp1,83 Triliun
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
1 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
1 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
2 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
3 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
3 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
12 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved