Harga Jual Lahan Tinggi Bikin Kawasan Industri Tak Kompetitif

Selasa, 18 April 2017 - 18:21 WIB
Harga Jual Lahan Tinggi...
Harga Jual Lahan Tinggi Bikin Kawasan Industri Tak Kompetitif
A A A
SURABAYA - Kawasan Industri di Indonesia (Jabodetabek, Karawang, dan Purwakarta) relatif kurang memiliki daya saing dibandingkan dengan negara-negara pesaing. Hal ini terutama ditinjau dari harga lahan kawasan industri yang cenderung meningkat.

Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Imam Haryono mengatakan, harga lahan kawasan industri di Indonesia lebih mahal dibandingkan Beijing, Shanghai, Guangzhou, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Manila.

"Harga lahan kawasan industri, sebelum tahun 2009 itu harga tanah relatif flat. Kenapa tiba-tiba naik? Karena ada PP Kawasan Industri yang mewajibkan industri untuk berlokasi di kawasan industri, itu harganya langsung menanjak," ujarnya di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/4/2017).

Menurutnya harga lahan kawasan industri harus diatur agar tidak dinaikan semaunya oleh pengembang. "Oleh karena itu, kita akan membentuk tim advokasi harga kawasan. Mudah-mudahan tahun 2017 ini bisa terbentuk sehingga kita bisa kompetitif karena lahan industri di Indonesia sudah tidak kompetitif," ungkap dia.

Imam menuturkan, pada tahun 2012, peningkatan penjualan lahan kawasan industri berada di luar Pulau Jawa, yaitu Sumatera mencapai 224 hektar (ha). Menurutnya, penurunan penjualan lahan mulai tahun 2012 diakibatkan oleh terbatasnya pasokan lahan (khususnya di Jabodetabek, Karawang, Serang).

Dia memaparkan, kawasan industri tersebar di beberapa pulau besar di Indonesia, yaitu Jawa (71,99%), Sumatera (19,34%), Sulawesi (6,07%), dan Kalimantan (2,61%). Saat ini, kawasan industri terkonsentrasi di Provinsi Jawa Barat, Banten, dan Kepulauan Riau.

"Pulau Jawa kontribusinya sekitar 58% terhadap PDB dan industrinya sudah hampir 30%. Selanjutnya kontribusi industri terhadap ekonomi dipegangan oleh Kalimantan, baru Sumatera," tuturnya.

Lebih lanjut diterangkan Kemenperin telah memetakan 14 kawasan industri di luar Pulau Jawa. Pembangunan 14 kawasan prioritas dalam RPJM 2015-2019 dan kawasan industri Kendal telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Perpres No. 3 Tahun 2016.

"Kemenperin sedang mengusulkan pembangunan pada Kawasan Industri Tanjung Buton, Dumai, Berau (Kaltim), Tanah Kuning (Kaltara), JIPE (Gresik), dan Kawasan Industri Terpadu Wilmar (Serang, Banten) agar dapat dimasukkan ke dalam PSN," tuturnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan industri di luar Pulau Jawa sejalan dengan program Nawacita di mana membangun dari pinggiran untuk menurunkan kesenjangan antar kabupaten kota.

"Kebijakan kita ke depan supaya industri ini semakin tertata, strukturnya kuat, dan menyebar. Kita lihat pergerakan dari tahun 2014 sampai 2016, memang industri yang dihasilkan masih consumer goods. Itu investasinya cukup besar. Tapi yang agak menggembirakan, investasi ini mulai bergerak ke industri hulu, artinya struktur industri kita semakin kuat," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Kawasan Industri Batang Mulai Dibangun Akhir 2020
Teken MoU, PTPP Garap...
Teken MoU, PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Masterplan Kawasan Industri...
Masterplan Kawasan Industri Batang Dipastikan Selesai Pekan Ini
Kata Erick Thohir, Kawasan...
Kata Erick Thohir, Kawasan Industri Batang dan Subang-Majalengka Fokus untuk 2 Hal Ini
Bismillah, Kawasan Industri...
Bismillah, Kawasan Industri Halal Terbesar di Indonesia Akan Dibangun
PT PP Fokus Garap Kawasan...
PT PP Fokus Garap Kawasan Industri Batang
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
29 menit yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
4 jam yang lalu
Infografis
Gejala Kolesterol Tinggi...
Gejala Kolesterol Tinggi yang Tak Disadari dan Sering Diabaikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved