Kuwait Berharap OPEC Perpanjang Pangkas Produksi Minyak
Kamis, 20 April 2017 - 15:32 WIB
Kuwait Berharap OPEC Perpanjang Pangkas Produksi Minyak
A
A
A
KUWAIT - Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq mengharapkan adanya sebuah pakta global untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak yang dilakukan oleh OPEC, didukung produsen non-OPEC.
"Kami memiliki peningkatan nyata dalam kepatuhan dari non-OPEC yang menunjukkan pentingnya memperluas kesepakatan," kata Marzouq dalam sebuah acara industri dengan menteri minyak Teluk lainnya termasuk menteri energi Arab Saudi Khalid al-Falih di Abu Dhabi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/4/2017).
"Saya berharap kita akan melakukan perpanjangan kesepakatan," tambah dia yang juga mengatakan bahwa pembicaraan di antara semua produsen minyak sedang berlangsung.
Falih, yang berbicara pada acara yang sama, mengatakan ada kesepakatan awal bahwa pemotongan produksi minyak mungkin perlu diperluas untuk mengurangi persediaan minyak global yang tinggi.
"Target kami adalah tingkat persediaan. Ini adalah indikator utama keberhasilan inisiatif ini," kata Falih.
OPEC akan menggelar pertemuan berikutnya pada 25 Mei untuk memutuskan kebijakan produksi di sisa 2017.
"Kami memiliki peningkatan nyata dalam kepatuhan dari non-OPEC yang menunjukkan pentingnya memperluas kesepakatan," kata Marzouq dalam sebuah acara industri dengan menteri minyak Teluk lainnya termasuk menteri energi Arab Saudi Khalid al-Falih di Abu Dhabi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/4/2017).
"Saya berharap kita akan melakukan perpanjangan kesepakatan," tambah dia yang juga mengatakan bahwa pembicaraan di antara semua produsen minyak sedang berlangsung.
Falih, yang berbicara pada acara yang sama, mengatakan ada kesepakatan awal bahwa pemotongan produksi minyak mungkin perlu diperluas untuk mengurangi persediaan minyak global yang tinggi.
"Target kami adalah tingkat persediaan. Ini adalah indikator utama keberhasilan inisiatif ini," kata Falih.
OPEC akan menggelar pertemuan berikutnya pada 25 Mei untuk memutuskan kebijakan produksi di sisa 2017.
(izz)
Lihat Juga :