IMF Tegaskan Bakal Berjuang Lawan Proteksionisme
Selasa, 25 April 2017 - 11:23 WIB
IMF Tegaskan Bakal Berjuang Lawan Proteksionisme
A
A
A
WASHINGTON - Pemimpin keuangan global yang tergabung Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) serta Bank Dunia telah berjanji untuk melawan kebijakan perdagangan proteksionisme. Hal ini sesuai dengan catatan usai penutupan acara World Bank - IMF Spring Meetings 2017 di Washington DC Amerika Serikat.
Seperti dilansir BBC, Selasa (25/4/2017) pernyataan IMF juga menerangkan bahwa anggota mereka bakal bekerja sama untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan global lewat kebijakan yang tepat. Komentar ini menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang berencana mengurangi defisit perdagangan AS lewat kebijakan proteksionisme.
Bahkan sebelumnya telah mengancam bakal menerapkan tarif tinggi kepada negara-negara yang mencetak surplus perdagangan dengan AS, di sini termasuk China dan Jerman. Kebijakan ini diyakini sebagai langkah agresif pertama yang pernah dilakukan Amerika. Pada awal pekan, IMF sempat memperingatkan langkah proteksionisme bisa menjadi beban pertumbuhan ekonomi globak.
Tetapi pada pertemuan di Washington, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Presiden Donald Trump menyakini kesepakatan timbal balik dalam perdagangan dan perdagangan bebas. "Apa itu artinya bahwa jika pasar terbuka, harus ada yang bersifat saling menguntungkan (timbal balik) untuk pasar lain yang harusnya terbuka juga," tambahnya.
Dia juga meminta IMF untuk melangkah dalam pengawasan terhadap kurs anggotanya. Sementara Kepala Bank Sentral Meksiko Agustin Carstens yang menduduki Komite Pengarah IMF berusaha untuk tidak fokus kepada janji melawan proteksionisme, dengan menerangkan hal itu sebagai istilah yang ambigu. Sebelumnya G20 menutup pertemuan dua hari pada bulan Maret tanpa memperbaharui janji mereka lama untuk meningkatkan perdagangan bebas
Sementara IMF juga menambahkan mereka siap mengalihkan perhatian pada ancaman lain yang mengancam integrasi ekonomi global di putaran pertama pemilihan Presiden Perancis. Kekhawatiran bahwa pemimpin sayap kanan Marine Le Pen dan saingan sayap kiri Jean-Luc Mélenchon, keduanya kritik dari Uni Eropa, dapat mengatasi lapangan dalam pemungutan suara di Minggu menambah kegugupan atas kebijakan perdagangan AS pada pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia.
Seperti dilansir BBC, Selasa (25/4/2017) pernyataan IMF juga menerangkan bahwa anggota mereka bakal bekerja sama untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan global lewat kebijakan yang tepat. Komentar ini menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang berencana mengurangi defisit perdagangan AS lewat kebijakan proteksionisme.
Bahkan sebelumnya telah mengancam bakal menerapkan tarif tinggi kepada negara-negara yang mencetak surplus perdagangan dengan AS, di sini termasuk China dan Jerman. Kebijakan ini diyakini sebagai langkah agresif pertama yang pernah dilakukan Amerika. Pada awal pekan, IMF sempat memperingatkan langkah proteksionisme bisa menjadi beban pertumbuhan ekonomi globak.
Tetapi pada pertemuan di Washington, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa Presiden Donald Trump menyakini kesepakatan timbal balik dalam perdagangan dan perdagangan bebas. "Apa itu artinya bahwa jika pasar terbuka, harus ada yang bersifat saling menguntungkan (timbal balik) untuk pasar lain yang harusnya terbuka juga," tambahnya.
Dia juga meminta IMF untuk melangkah dalam pengawasan terhadap kurs anggotanya. Sementara Kepala Bank Sentral Meksiko Agustin Carstens yang menduduki Komite Pengarah IMF berusaha untuk tidak fokus kepada janji melawan proteksionisme, dengan menerangkan hal itu sebagai istilah yang ambigu. Sebelumnya G20 menutup pertemuan dua hari pada bulan Maret tanpa memperbaharui janji mereka lama untuk meningkatkan perdagangan bebas
Sementara IMF juga menambahkan mereka siap mengalihkan perhatian pada ancaman lain yang mengancam integrasi ekonomi global di putaran pertama pemilihan Presiden Perancis. Kekhawatiran bahwa pemimpin sayap kanan Marine Le Pen dan saingan sayap kiri Jean-Luc Mélenchon, keduanya kritik dari Uni Eropa, dapat mengatasi lapangan dalam pemungutan suara di Minggu menambah kegugupan atas kebijakan perdagangan AS pada pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia.
(akr)
Lihat Juga :