Holding Pertamina-PGN Akan Segera Terwujud

Kamis, 27 April 2017 - 17:17 WIB
Holding Pertamina-PGN...
Holding Pertamina-PGN Akan Segera Terwujud
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berjanji pembentukan holding minyak dan gas bumi (migas) antara PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dapat rampung dalam waktu dekat, yakni paling cepat pada semester 1/2017. Padahal sebelumnya pemerintah berjanji holding migas dapat terbentuk akhir tahun 2016 atau awal 2017.

Deputi Biang Usaha Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan, pembentukan holding migas sejatinya adalah amanat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden menekankan bahwa holding migas harus tetap dijalankan, dan harus dikaji secara teliti mengenai aspek legal dan komersialnya.

"Saya harap sih semester satu ini (holding migas). Tapi paling lambatnya ya tahun ini selesai. Holding ini merupakan amanat pemerintah. Presiden Jokowi awal tahun ini menyampaikan bahwa proses holding harus dijalankan, namun perlu dikaji betul secara mendalam aspek legalnya, komersialnya, dan juga prosesnya itu tidak boleh ada yang terlewatkan. Sehingga semuanya benar-benar proper dan governance-nya baik. Itu pesan presiden," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

(Baca Juga: Pertamina-PGN Mulai Akur meski Holding Migas Belum Terealisasi)

Oleh sebab itu, pihaknya pun melakukan komunikasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham), Kejaksaan Agung, pakar hukum, hingga menerima masukan dari Komisi VI DPR RI. "Proses ini masih berjalan, sehingga PP (holding migas) ini masih disirkulasi di level menteri, sambil menunggu prosesnya dijalankan," imbuh dia.

Namun demikian, Edwin menegaskan bahwa tugasnya saat ini adalah mematangkan konsep holding migas sehingga pada saat terealisasi nanti benar-benar sesuai dengan tujuan awal. "Kalau dijalankan holding ini bukan sekadar pencitraan. Tapi benar-benar it has the benefit untuk masyarakat kita, dan terhadap pemerintah serta Pertamina dan PGN secara korporasi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
52 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved