Banyak Waralaba yang Gulung Tikar Karena Prematur

Kamis, 27 April 2017 - 22:06 WIB
Banyak Waralaba yang...
Banyak Waralaba yang Gulung Tikar Karena Prematur
A A A
YOGYAKARTA - Industri waralaba di Tanah Air berkembang bagus dalam 10 tahun terakhir. Hanya saja, tidak sedikit pewaralaba yang lahir dan mati tak bisa bertahan lama meski waralaba tersebut memiliki potensi berkembang cukup besar.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), Levita Supit mengungkapkan, saat ini jumlah waralaba di Indonesia ada sekitar 1.500 unit. Dominasi waralaba lokal sebenarnya sudah cukup bagus dari sisi kuantitas perusahaan pemberi waralaba dibanding dengan waralaba asing. Tetapi jumlah gerai waralaba lokal masih kalah dibanding waralaba asing.

"Contohnya saja KFC, itu jumlahnya satu tetapi gerainya bisa ratusan," tuturnya saat Gathering Perhimpunan Waralaba Indonesia di All Stay Hotel Yogyakarta, Kamis (27/4/2017).

Memang dari sisi pertumbuhan cukup bagus namun tak sedikit yang gulung tikar. Kelemahan yang paling mendasar dari pewaralaba lokal adalah pengusaha tergesa-gesa ketika melakukan waralaba. Padahal ada syarat minimal yang harus dipenuhi oleh perusahaan waralaba.

Syarat sebelum melakukan waralaba, diantaranya usaha tersebut sudah berjalan minimal 5 tahun dan memberikan untung. Selain itu, usaha sudah mampu break event poin (BEP). Sehingga perusahaan tersebut minimal sudah memiliki pengalaman seluk beluk bisnisnya di berbagai iklim usaha yang ada.

Di samping itu, perusahaan waralaba harus memiliki tim yang bisa memberikan bimbingan terhadap penerima waralaba. Pemberi waralaba harus memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena SOP sangat penting untuk menentukan langkah-langkah ketika terjadi masalah ataupun untuk meningkatkan omzet.

Dan syarat-syarat minimal tersebut dipenuhi sebelum mewaralabakan usaha mereka. Sebab, dengan mewaralabakan usaha mereka maka berbagai keuntungan akan didapatkan. Selain mendapatkan untung dari brand mereka yang dibeli, juga mendapatkan lisensi setiap bulan dan lainnya.

Head of Media Communication Perhimpinan Wali, Arif Nugroho menambahkan, banyak usaha yang belum siap tetapi dipaksakan diwaralabakan, bahkan ada yang baru berjalan tiga bulan sudah diwaralabakan.

Hal tersebut sebenarnya sangat disayangkan karena merugikan penerima waralaba ataupun pemberi waralaba sendiri. "Hanya saja antara pemberi waralaba dan penerima waralaba yang tidak mengetahui hal tersebut," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Permintaan Tinggi, Franchise...
Permintaan Tinggi, Franchise & License Expo Indonesia Hadir 2 Kali Tahun Ini
Bizhare Catat Pertumbuhan...
Bizhare Catat Pertumbuhan Investor SCF di Industri Waralaba
Indonesia Franchise...
Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
10 Franchise dengan...
10 Franchise dengan Film Terbanyak, Ada yang Sampai Ratusan
Optimistis Sambut Tahun...
Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022
JK Sebut NU Seperti...
JK Sebut NU Seperti Bisnis Waralaba
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
15 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved