Rupiah Dibuka Bangkit Saat Yen Tak Berdaya Lawan USD
Selasa, 02 Mei 2017 - 10:19 WIB
Rupiah Dibuka Bangkit Saat Yen Tak Berdaya Lawan USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka mencoba bangkit ke zona hijau, setelah libur panjang. Membaiknya mata uang Garuda mengiringi USD yang balik perkasa melawan Yen Jepang.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka membaik ke level Rp13.316/USD. Posisi ini jauh lebih baik dari akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.327/USD.
Berdasar data SINDOnews dari Limas, rupiah menunjukkan penguatan pada posisi Rp13.320/USD. Catatan positif mulai terlihat saat rupiah naik 10 poin dibanding penutupan sebelumnya Rp13.330/USD.
Posisi rupiah pada data Bloomberg di awal perdagangan hari ini melesat ke level Rp13.321/USD, atau semakin lebih baik dari akhir pekan kemarin. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.308-Rp13.339/USD.
Raihan positif juga terlihat pagi ini menurut Yahoo Finance yang dibuka pada posisi Rp13.327/USD atau menguat dari posisi sebelumnya Rp13.336/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini ada di kisaran Rp13.298-Rp13.331/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/5/2017) dolar Amerika Serikat (USD) menyentuh level tertinggi dalam satu bulan saat melawan yen pada perdagangan hari ini. Mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- mendapatkan dukungan setelah Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin berkomentar terkait kemungkinan penerbitan obligasi jangka panjang.
Greenback terakhir diperdagangkan pada level 111.800 terhadap yen, setelah sempat berada pada posisi 111.945, untuk menjadi yang tertinggi sejak 31 Maret. "Dolar bersamaan dengan hasil Treasury yields dan melihat benchmark standar naik di atas ambang 2,3%. Dengan Mnuchin tampaknya sangat antusias tentang Penerbitan Obligasi jangka panjang ultra," terang Strategi Mata Uang Senior Daiwa Securities Yukio Ishizaki.
Laporan pada awal pekan menunjukkan aktivitas pabrik AS melambat pada bulan April, sementara pengeluaran konsumen sedikit berubah pada Maret. Inflasi secara bulanan jatuh untuk pertama kalinya sejak tahun 2001. Euro di sisi lain cenderung meraih hasil positif melawan USD. Mata uang secara umum meningkat 0,1% di level 1.0909, usai mencetak sedikit keuntungan dalam sesi semalam.
Sementara Euro diperdagangkan pada posisi 122.00 terhadap yen, usai menyentuh posisi tinggi dalam satu setengah bulan di level 122.150. Dolar Australia juga lebih tinggi 0.7532 dan indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya bergerak mendatar pada level 99.073 ketika sempat naik tidak terlalu besar dalam sesi sebelumnya.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka membaik ke level Rp13.316/USD. Posisi ini jauh lebih baik dari akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.327/USD.
Berdasar data SINDOnews dari Limas, rupiah menunjukkan penguatan pada posisi Rp13.320/USD. Catatan positif mulai terlihat saat rupiah naik 10 poin dibanding penutupan sebelumnya Rp13.330/USD.
Posisi rupiah pada data Bloomberg di awal perdagangan hari ini melesat ke level Rp13.321/USD, atau semakin lebih baik dari akhir pekan kemarin. Rupiah sendiri bergerak pada kisaran level Rp13.308-Rp13.339/USD.
Raihan positif juga terlihat pagi ini menurut Yahoo Finance yang dibuka pada posisi Rp13.327/USD atau menguat dari posisi sebelumnya Rp13.336/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini ada di kisaran Rp13.298-Rp13.331/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/5/2017) dolar Amerika Serikat (USD) menyentuh level tertinggi dalam satu bulan saat melawan yen pada perdagangan hari ini. Mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- mendapatkan dukungan setelah Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin berkomentar terkait kemungkinan penerbitan obligasi jangka panjang.
Greenback terakhir diperdagangkan pada level 111.800 terhadap yen, setelah sempat berada pada posisi 111.945, untuk menjadi yang tertinggi sejak 31 Maret. "Dolar bersamaan dengan hasil Treasury yields dan melihat benchmark standar naik di atas ambang 2,3%. Dengan Mnuchin tampaknya sangat antusias tentang Penerbitan Obligasi jangka panjang ultra," terang Strategi Mata Uang Senior Daiwa Securities Yukio Ishizaki.
Laporan pada awal pekan menunjukkan aktivitas pabrik AS melambat pada bulan April, sementara pengeluaran konsumen sedikit berubah pada Maret. Inflasi secara bulanan jatuh untuk pertama kalinya sejak tahun 2001. Euro di sisi lain cenderung meraih hasil positif melawan USD. Mata uang secara umum meningkat 0,1% di level 1.0909, usai mencetak sedikit keuntungan dalam sesi semalam.
Sementara Euro diperdagangkan pada posisi 122.00 terhadap yen, usai menyentuh posisi tinggi dalam satu setengah bulan di level 122.150. Dolar Australia juga lebih tinggi 0.7532 dan indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya bergerak mendatar pada level 99.073 ketika sempat naik tidak terlalu besar dalam sesi sebelumnya.
(akr)