Dua Tahun Rugi, ANTM Akhirnya Raup Laba Rp65 Miliar
Selasa, 02 Mei 2017 - 16:05 WIB
Dua Tahun Rugi, ANTM Akhirnya Raup Laba Rp65 Miliar
A
A
A
JAKARTA - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) meraih laba bersih untuk tahun buku 2016 sebesar Rp65 miliar. Pencapaian tersebut diperoleh setelah selama dua tahun sebelumnya BUMN tambang ini membukukan rugi bersih.
(Baca: Rombak Jajaran Direksi, Kementerian BUMN Copot Dirut Antam )
Direktur Operasi ANTM Hari Widjajanto mengungkapkan, pada 2016 menjadi turning point bagi ANTM setelah membukukan rugi bersih selama dua tahun terakhir. Pada 2015, ANTM mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,4 triliun.
"Memang angkanya kecil (laba bersih Rp65 miliar). Tapi starting point dari (rugi bersih) Rp1,4 triliun itu lompatan luar biasa," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Dari sisi operasi, kata dia, volume produksi feronikel pada tahun lalu tercatat sebesar 20.293 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau 110% dari target sebesar 18.500 TNi. Sementara, volume penjualan feronikel di 2016 tercatat sebesar 20.888 TNi atau 108% dari target yang sebesar 19.300 TNi.
"Capaian ini diperoleh melalui perbaikan trafo pada pabrik FeNi II yang telah selesai dan dioperasikan pada Mei 2016," kata dia.
Sementara untuk volume produksi bijih nikel tahun lalu, tercatat sebesar 1.635.042 wet metric ton (WMT) dengan volume penjualan sebesar 734.886 WMT. Menurutnya, bijih nikel ANTM digunakan untuk umpan bijih pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara serta memenuhi permintaan smelter pihak ketiga di dalam negeri.
"Peningkatan permintaan bijih nikel yang tinggi membuat tingkat penjualan bijih nikel 2016 naik tajam 1.472% dibanding 2015," tuturnya.
Hari menambahkan, untuk komoditas emas total volume produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 2.207 kilogram (kg). "Sementara capaian penjualan emas relatif on track dengan volume penjualan sebesar 10.227 kg," ujar dia.
(Baca: Rombak Jajaran Direksi, Kementerian BUMN Copot Dirut Antam )
Direktur Operasi ANTM Hari Widjajanto mengungkapkan, pada 2016 menjadi turning point bagi ANTM setelah membukukan rugi bersih selama dua tahun terakhir. Pada 2015, ANTM mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,4 triliun.
"Memang angkanya kecil (laba bersih Rp65 miliar). Tapi starting point dari (rugi bersih) Rp1,4 triliun itu lompatan luar biasa," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Dari sisi operasi, kata dia, volume produksi feronikel pada tahun lalu tercatat sebesar 20.293 ton nikel dalam feronikel (TNi) atau 110% dari target sebesar 18.500 TNi. Sementara, volume penjualan feronikel di 2016 tercatat sebesar 20.888 TNi atau 108% dari target yang sebesar 19.300 TNi.
"Capaian ini diperoleh melalui perbaikan trafo pada pabrik FeNi II yang telah selesai dan dioperasikan pada Mei 2016," kata dia.
Sementara untuk volume produksi bijih nikel tahun lalu, tercatat sebesar 1.635.042 wet metric ton (WMT) dengan volume penjualan sebesar 734.886 WMT. Menurutnya, bijih nikel ANTM digunakan untuk umpan bijih pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara serta memenuhi permintaan smelter pihak ketiga di dalam negeri.
"Peningkatan permintaan bijih nikel yang tinggi membuat tingkat penjualan bijih nikel 2016 naik tajam 1.472% dibanding 2015," tuturnya.
Hari menambahkan, untuk komoditas emas total volume produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 2.207 kilogram (kg). "Sementara capaian penjualan emas relatif on track dengan volume penjualan sebesar 10.227 kg," ujar dia.
(izz)
Lihat Juga :