Ini yang Dibahas Bos Freeport Temui Menteri Jonan
Kamis, 04 Mei 2017 - 19:18 WIB
Ini yang Dibahas Bos Freeport Temui Menteri Jonan
A
A
A
JAKARTA - CEO Freeport McMoRan Inc, Richard C Adkerson hari ini mengunjungi Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan kick off meeting dengan pemerintah Indonesia dalam hal ini Menteri ESDM Ignasius Jonan.
(Baca: CEO Freeport McMoran ke Jakarta Lagi, Ini Tanggapan Luhut )
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengungkapkan, pertemuan ini membahas beberapa hal sebagai bekal untuk pertemuan-pertemuan lanjutan ke depan, membahas kesepakatan Freeport lebih jauh.
"Pak Menteri (Ignasius Jonan) langsung memberi arahan sebagai bekal tim perundingan pemerintah dan PT Freeport Indonesia," kata Teguh di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Menurutnya, keberlanjugan operasi Freeport, selambat-lambatnya harus sudah diselesaikan pada Oktober 2017. Penyelesaiannya terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan operasi Freeport.
"Tapi kalau Pak Menteri berharap sudah selesai sekitar 1-2 bulan sebelum itu," ujar dia.
Adapun perihal pembahasan yang akan menjadi bahan dalam pertemuan tersebut, pertama, soal jaminan stabilitas investasi jangka panjang yang diinginkan Freeport, yang terkait ketentuan fiskal dan perpajakan, baik pajak di pemerintah pusat maupun di daerah.
"Kedua, soal investasi Freeport. Ketiga, kelangsungan operasi Freeport pasca 2021. Dan yang terakhir soal kewajiban membangun smelter. Kami meminta, keempat substansi harus dilaksanakan satu paket. Itu catatan kami di perundingan," tutur Teguh.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji, dan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono.
Selain itu, hadir juga perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BKPM, Kejaksaan Agung, Pemprov Papua, Pemkab Papua, Masyarakat Adat Kamoro dan Amungme.
(Baca: CEO Freeport McMoran ke Jakarta Lagi, Ini Tanggapan Luhut )
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengungkapkan, pertemuan ini membahas beberapa hal sebagai bekal untuk pertemuan-pertemuan lanjutan ke depan, membahas kesepakatan Freeport lebih jauh.
"Pak Menteri (Ignasius Jonan) langsung memberi arahan sebagai bekal tim perundingan pemerintah dan PT Freeport Indonesia," kata Teguh di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Menurutnya, keberlanjugan operasi Freeport, selambat-lambatnya harus sudah diselesaikan pada Oktober 2017. Penyelesaiannya terkait dengan hal-hal yang berhubungan dengan operasi Freeport.
"Tapi kalau Pak Menteri berharap sudah selesai sekitar 1-2 bulan sebelum itu," ujar dia.
Adapun perihal pembahasan yang akan menjadi bahan dalam pertemuan tersebut, pertama, soal jaminan stabilitas investasi jangka panjang yang diinginkan Freeport, yang terkait ketentuan fiskal dan perpajakan, baik pajak di pemerintah pusat maupun di daerah.
"Kedua, soal investasi Freeport. Ketiga, kelangsungan operasi Freeport pasca 2021. Dan yang terakhir soal kewajiban membangun smelter. Kami meminta, keempat substansi harus dilaksanakan satu paket. Itu catatan kami di perundingan," tutur Teguh.
Dalam pertemuan tersebut dihadiri Menteri ESDM Ignasius Jonan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji, dan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono.
Selain itu, hadir juga perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BKPM, Kejaksaan Agung, Pemprov Papua, Pemkab Papua, Masyarakat Adat Kamoro dan Amungme.
(izz)
Lihat Juga :