Kebutuhan Perbankan Kembangkan Layanan Cashless Kian Tinggi

Kamis, 04 Mei 2017 - 22:40 WIB
Kebutuhan Perbankan...
Kebutuhan Perbankan Kembangkan Layanan Cashless Kian Tinggi
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerapan cashless oleh perbankan untuk jalan tol sangat dibutuhkan di tengah kompetisi bank dengan fintech. Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan perkembangan teknologi telah membuat perusahaan fintech menghantui perbankan untuk berinovasi. Kebutuhan perbankan untuk mengembangkan layanan cashless kian tinggi.

“Layanan cashless akan terus berlanjut tidak hanya untuk tol juga karena kehadiran fintech yang memiliki teknologi sebagai disrupsi perbankan. Sehingga perbankan harus turut beradaptasi,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad dalam keterangan resmi, Kamis (4/5/2017).

Dia menyampaikan tren di masyarakat kini menginginkan layanan yang sederhana dan murah. Hal ini terlihat dalam persaingan ojek dan taksi berbasis aplikasi melawan layanan konvensional.

“Cashless di jalan tol jadi salah satu model layanan karena yang lainnya juga muncul dalam kartu bantuan masyarakat yang kurang mampu. Sehingga sekarang tidak mengantri karena dikirimkan via rekening. Jauh lebih efisien. Hal ini sesuatu yang tidak bisa dihindari dan sangat butuh kesiapan seluruh instansi pemerintah untuk menyambutnya,” ujarnya.

Muliaman menambahkan saat ini memang tren bank di segmen menengah dan besar mencoba modernisasi layanan dengan IT. Hal ini diikuti oleh minat bank menengah untuk dapat berkontribusi di bisnis layanan cashless di jalan tol.

Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo mengatakan, meski minat bank segmen menengah cukup tinggi namun pihak otoritas membatasi izin hanya untuk bank BUKU IV. “Banyak yang ingin turut melayani cashless di tol namun hanya BUKU IV yang bisa. Hal ini demi meminimalisir potensi risiko,” ujarnya.

Dia mengatakan ranah OJK dalam cashless perbankan hanya soal produk sedangkan untuk urusan sistem pembayaran berada di wilayah Bank Indonesia (BI). Dia mencontohkan bagian yang berkenaan dengan produk misalnya saldo di kartu cashless yang tergerus sehingga merugikan nasabah.

“Kami mengurus bagian produknya. Namun untuk perlindungan konsumen fokusnya ada pada transparansi. Harus ada penjelasan harga dan biayanya, atau berapa yang terpotong per transaksi. Berapakah biaya apabila hilang ataupun dijelaskan apakah ini ada potongan atau tidak setiap pembelian kartu cashless di pintu tol,” ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
25 menit yang lalu
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
1 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
4 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
4 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
5 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
5 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved