OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman

Senin, 22 Juni 2020 - 14:42 WIB
loading...
OJK Pastikan Likuiditas...
Risiko likuiditas perbankan masih aman. FOTO/Dok.
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memastikan likuiditas perbankan masih aman guna membiayai pemulihan ekonomi. Adapun alat likuiditas perbankan di Bank Indonesia (BI) saat ini mencapai Rp440 triliun dengan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp940 triliun.

"Ini kita bicara agregat dari 110 bank secara umum agregatnya bagus. Jadi kalau kita lihat likuiditas total alat likuiditas perbankan di BI mencapai Rp440 triliun dengan SBN yang dimiliki Rp940 triliun," kata Wimboh di Jakarta, Senin (22/6/2020).

(BACA JUGA: Likuiditas yang Memadai Bisa Dorong Penurunan Suku Bunga Bank)

Menurutnya besaran tersebut cukup mendukung pemulihan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%. Sebab, untuk tumbuh dilevel itu, perbankan wajib menyalurkan kredit sekitar Rp500-600 triliun. "Kami simulasi kalau pertumbuhhan kredit di 2021 sekitar Rp500 sampai Rp600 triliun bisa mendukung pertumbuhan ekonomi tadi," kata dia.

Sementara dari permodalan perbankan, imbuhnya, secara agregat masih mencukupi guna mendukung pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal Capital (Adequacy Ratio/CAR) yang masih tinggi di atas 22%.

Menurut dia apabila perbankan menggenjot penyaluran kredit menjalankan program restrukturisasi hingga 2021 maka CAR perbankan bisa turun 2%. "Dengan asumsi stance steal tak ada setoran modal baru CAR nya hanya turun 2% dari 22% tadi. Jadi masih jauh dari minimum yang dipersyaratkan yakni 12%," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
OJK Sita Aset Rp113,97...
OJK Sita Aset Rp113,97 Miliar Terkait Kasus Asuransi Prolife Indonesia
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Berita Terkini
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved