Kemenperin Sebut Suku Bunga Tinggi Hambat Pertumbuhan Industri
Sabtu, 06 Mei 2017 - 22:35 WIB
Kemenperin Sebut Suku Bunga Tinggi Hambat Pertumbuhan Industri
A
A
A
JAKARTA - Staf Khusus Menteri Perindustrian Benny Soetrisno menegaskan, pertumbuhan industri nasional akan lebih tinggi apabila tingkat suku bunga diturunkan signifikan oleh Bank Indonesia (BI). Terlebih lagi, menurutnya, kebijakan suku bunga BI bisa menghambat pertumbuhan industri dan iklim investasi.
“Dengan adanya deflasi, seharusnya BI menurunkan tingkat suku bunga,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).
Dia menjelaskan, dengan tingkat suku bunga rendah, kalangan industri akan mendapatkan pinjaman yang lebih murah sehingga mampu meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
“Tingkat suku bunga di China dan Singapura sangat rendah sekitar 4%-5%. Bahkan di beberapa negara lain malah lebih rendah lagi mencapai 3%," katanya.
Sementara itu, kebijakan suku bunga kredit di Indonesia tercatat sebesar 9%-11%. Benny yang merangkap Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, penentuan suku bunga perbankan di Indonesia lebih tergantung kepada BI dan bank-bank pemerintah, keinginan dunia usaha selama ini kurang diperhatikan.
Namun demikian Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis, pertumbuhan industri nasional akan lebih terdongkrak lagi apabila harga gas dan listrik lebih kompetitif karena mampu menekan biaya produksi. “Bahkan, itu bisa menambah daya saing industri nasional di kancah global,” tuturnya.
Langkah strategis lain yang perlu dilakukan, diantaranya melakukan harmonisasi peraturan di segala lintas sektoral, menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan baku industri khususnya bahan baku yang berasal dari impor. Selain itu, melaksanakan promosi dagang ke pasar nontradisional, mencari informasi kebutuhan produk dan hambatan pasar dalam rangka pengembangan pasar ekspor baru.
“Kami terus menjaga momentum kenaikan ini, di mana sebelumnya produksi industri manufaktur tumbuh dan saat ini produk domestik bruto (PDB) ikut positif. Kami berharap agar pertumbuhan industri pada kuartal berikutnya dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.
“Dengan adanya deflasi, seharusnya BI menurunkan tingkat suku bunga,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).
Dia menjelaskan, dengan tingkat suku bunga rendah, kalangan industri akan mendapatkan pinjaman yang lebih murah sehingga mampu meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
“Tingkat suku bunga di China dan Singapura sangat rendah sekitar 4%-5%. Bahkan di beberapa negara lain malah lebih rendah lagi mencapai 3%," katanya.
Sementara itu, kebijakan suku bunga kredit di Indonesia tercatat sebesar 9%-11%. Benny yang merangkap Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menyatakan, penentuan suku bunga perbankan di Indonesia lebih tergantung kepada BI dan bank-bank pemerintah, keinginan dunia usaha selama ini kurang diperhatikan.
Namun demikian Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis, pertumbuhan industri nasional akan lebih terdongkrak lagi apabila harga gas dan listrik lebih kompetitif karena mampu menekan biaya produksi. “Bahkan, itu bisa menambah daya saing industri nasional di kancah global,” tuturnya.
Langkah strategis lain yang perlu dilakukan, diantaranya melakukan harmonisasi peraturan di segala lintas sektoral, menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan baku industri khususnya bahan baku yang berasal dari impor. Selain itu, melaksanakan promosi dagang ke pasar nontradisional, mencari informasi kebutuhan produk dan hambatan pasar dalam rangka pengembangan pasar ekspor baru.
“Kami terus menjaga momentum kenaikan ini, di mana sebelumnya produksi industri manufaktur tumbuh dan saat ini produk domestik bruto (PDB) ikut positif. Kami berharap agar pertumbuhan industri pada kuartal berikutnya dapat lebih baik lagi,” pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :