Pertumbuhan Industri Nasional Ditopang Laju Investasi

Minggu, 07 Mei 2017 - 00:11 WIB
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri Nasional Ditopang Laju Investasi
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan industri nasional salah satunya ditopang oleh laju investasi di dalam negeri yang semakin meningkat.

“Yang terpenting saat ini adalah iklim bisnis di Tanah Air tetap kondusif. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi. Beberapa sektor seperti industri automotif, tekstil, dan olahan susu telah merealisasikan investasinya,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Airlangga menegaskan, pemerintah menargetkan realisasi penanaman modal di dalam negeri mampu menopang pertumbuhan ekonomi tahun 2017. Diharapkan, separuh investasi berasal dari kontribusi sektor industri.

Sementara itu, merujuk data BKPM, nilai investasi PMDN sektor industri pada kuartal I 2017 sebesar Rp27,21 triliun atau tumbuh sebesar 6,88% dibanding periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp25,45 triliun.

Investasi sektor industri memberikan kontribusi sebesar 39,57% dari total investasi PMDN kuartal I 2017 sebesar Rp68,76 triliun.

Sedangkan, nilai investasi PMA sektor industri kuartal I 2017 mencapai USD3,23 miliar. Investasi PMA sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 44,31% dari total investasi PMA kuartal I 2017 sebesar USD7,29 miliar.

Guna menarik investasi sektor industri di Indonesia, Airlangga mengungkapkan, pemerintah terus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam perizinan investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan kawasan industri serta pemberian insentif fiskal berupa tax allowance dan tax holiday.

Beberapa kawasan industri di Tanah Air telah siap diisi oleh investor dan didukung dengan fasilitas penunjang, seperti pelabuhan dan infrastruktur lainnya. Misalnya, Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatra Utara yang difokuskan pada pengembangan oleokimia.

Kawasan Industri Dumai, Riau dan Kawasan Industri Berau, Kalimantan Timur yang akan dibangun menjadi Palm Oil Green Economic Zone (POGEZ), serta Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah dan Kawasan Industri Konawe, Sulawesi Tenggara yang menjadi pusat pengembangan industri smelter berbasis nikel.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami juga mendorong percepatan pembangunan kawasan industri di Tanjung Buton, Tanah Kuning, Gresik, Kendal, dan Serang,” kata Airlangga. Hingga saat ini, sebanyak 73 kawasan industri telah beroperasi di seluruh Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kawasan Industri Teluk...
Kawasan Industri Teluk Weda Penting Bagi Pemerataan Ekonomi di Indonesia
Kawasan Industri Bakal...
Kawasan Industri Bakal Menjamur, Termasuk Super Koridor Ekonomi Pantura
Jaring Investor Asing,...
Jaring Investor Asing, 27 Kawasan Industri Terpadu Disiapkan
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
Investasi KIK Terus...
Investasi KIK Terus Meroket, Kemenperin Gencar Cetak SDM Kompeten
Pacu Pertumbuhan Ekonomi,...
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Pengembangan Kawasan Industri Brebes Diakselerasi
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
3 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
4 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
5 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
6 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
6 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved