Kawasan Industri Bakal Menjamur, Termasuk Super Koridor Ekonomi Pantura

loading...
Kawasan Industri Bakal Menjamur, Termasuk Super Koridor Ekonomi Pantura
Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, kawasan industri akan dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah tengah menggenjot pembangunan kawasan industri terpadu, termasuk pembangunan super koridor ekonomi pantai utara Jawa. Langkah ini dilakukan untuk menarik investasi potensial, serta upaya menyinergikan industri skala besar dengan industri kecil menengah (IKM).

(Baca Juga: Bukan Basa-Basi, 50 Investor Sudah Masuk Kawasan Industri)

“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, kawasan industri akan dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri,” jelas Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (14/8/2020)

Oleh karena itu, pemerintah perlu menata regulasi yang tepat bagi pelaku usaha sehingga menciptakan ekosistem yang kondusif. “Artinya, peraturan nantinya tidak tumpang tindih atau menjadi rumit. Tujuannya untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat,” terangnya.

(Baca Juga: Kemenperin Targetkan 156 Kawasan Industri hingga Akhir Tahun)



Menperin menyatakan, pemerintah bertekad untuk terus memacu aktivitas sektor industri manufaktrur supaya tetap menjadi motor penggerak bagi roda perekonomian nasional. Sekedar informasi, Kawasan Industri yang tengah dikebut pengembangannya adalah Batang, Subang, dan Majalengka.

“Selama ini, kegiatan industri terbukti memberikan efek yang luas, mulai dari penerimaan devisa berupa investasi dan ekspor hingga menambah jumlah penyerapan tenaga kerja yang berkualitas secara luas,” pungkasnya.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top