Pendapatan Garuda Metalindo Naik 2,5% Jadi Rp222 Miliar

Senin, 08 Mei 2017 - 13:06 WIB
Pendapatan Garuda Metalindo...
Pendapatan Garuda Metalindo Naik 2,5% Jadi Rp222 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mencatat pendapatan bersih naik 2,5% menjadi Rp222 miliar sepanjang kuartal pertama 2017 dibanding kuartal pertama 2016. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan kepada komponen maker, roda empat serta peningkatan penjualan ekspor sebesar 20,9%.

Perusahaan juga mencatat pertumbuhan total aset sebesar 5% pada kuartal pertama 2017 menjadi Rp977,7 miliar dari Rp930,9 miliar pada kuartal pertama 2016. Sementara, total utang naik 47,1% menjadi Rp194,9 miliar karena utang pembayaran dividen yang akan dibayarkan pada 26 April 2017.

Ke depannya, perusahaan berencana investasi di PT Mega Pratama Ferindo (MPF). MPF adalah perusahaan yang bergerak di jasa steel wire and bar drawing services.

MPF telah berdiri sejak 1995 dan dimiliki PT Garuda Multi Investama. Pada 2016, JFE Shoji Trade Corporation, anak perusahaan dari JFE Steel Japan, melakukan investasi saham di dalam PT Mega Pratama Ferindo sebagai bentuk komitmen kerjasama JFE.

"Pada saat ini, JFE Shoji Trade Corporation memiliki 10% saham di MPF," ujar Direktur Utama Garuda Metalindo Ervin Wijaya di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Investasi JFE Shoji di MPF ini sejalan dengan rencana JFE Shoji untuk melakukan penetrasi pasar di Indonesia. Saat ini, banyak manufaktur suku cadang automotif dari negara asing yang membangun basis produksi mereka di Indonesia, sehingga permintaan cold drawn wire tentu akan meningkat di masa depan.

"JFE Shoji memang telah bertujuan untuk memperluas bisnis wire rods untuk pelanggan Jepang yang telah mendirikan basis mereka di Indonesia. Investasi ini tidak hanya memungkinkan JFE Shoji untuk memasok wire rods yang diproduksi JFE Steel untuk MPF, namun juga untuk membangun keseluruhan supply chain untuk cold drawn wire di lndonesia dan juga pasar ekspor," tutur dia.

Melalui investasi ini, lanjut Ervin, JFE Shoji akan meningkatkan kemampuan dan fungsinya untuk mengkontribusi kepada pelanggan, terutama untuk perusahaan mobil Jepang di Indonesia.

Untuk mengambil alih MPF, perusahaan telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli, di mana Garuda Metalindo akan memiliki kepemilikan 69,75% di Mega Pratama Ferindo setelah proses pengambil alihan selesai.

Melalui akuisisi ini, Garuda Metalindo mendapatkan keuntungan dan sinergi bisnis di mana Mega Pratama Ferindo akan berperan langsung dalam memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan berkesinambungan bagi Garuda Metalindo.

"Nilai akuisisi Rp279 miliar. Bersumber dari capex (capital expenditure) tahun ini yang sebesar Rp350 miliar, sumber capex dari perbankan Rp200 miliar dan sisanya kas internal," pungkas Ervin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garuda Metalindo Bidik...
Garuda Metalindo Bidik Penjualan Rp1,7 T dari Kendaraan Listrik
Keuangan Garuda Morat...
Keuangan Garuda Morat Marit, Dirut: Tolong Bisikin ke Presiden Buat Perjalanan Dinas
Ajukan Dana Talangan...
Ajukan Dana Talangan Rp8,5 Triliun, Garuda Indonesia Ingin Berbentuk Obligasi
Tak Mampu Bayar Hutang,...
Tak Mampu Bayar Hutang, PT Garuda Indonesia Bangkrut
Sanggupkah Garuda Indonesia...
Sanggupkah Garuda Indonesia Selamat, Ini Kata Dirutnya!
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved