Resolusi Parlemen Eropa Jadi Serangan Terberat Industri Sawit RI

Selasa, 09 Mei 2017 - 16:55 WIB
Resolusi Parlemen Eropa...
Resolusi Parlemen Eropa Jadi Serangan Terberat Industri Sawit RI
A A A
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengemukakan bahwa resolusi sawit Parlemen Eropa menjadi serangan terberat bagi industri kelapa sawit (crude palm oil/CPO) di Indonesia. Betapa tidak, dalam resolusi tersebut dikatakan bahwa sawit sangat erat kaitannya dengan isu pelanggaran HAM, korupsi, pekerja anak, deforestasi, dan penghilangan hak masyarakat adat.

(Baca Juga: Nasib Resolusi Sawit Parlemen Eropa Diputuskan Pertengahan 2017)

Ketua Umum GAPKI Joko Supriyono mengungkapkan, resolusi Parlemen Eropa tersebut langsung menyerang sistem rantai pasok (supply chain) industri sawit di Tanah Air. Hal tersebut menurutnya tentu saja menjadi pukulan berat untuk industri sawit nasional.

"Ini menurut kami serangan untuk industri sawit. dan serangan ini serangan terberat karena yang diserang itu supply chain, dan ini skakmat," katanya di Kantor Kemenko bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Menurutnya, resolusi tersebut telah mengakibatkan industri yang berencana melakukan ekspansi di sektor kelapa sawit nasional akan mundur. Mereka tidak berani melakukan ekspansi, karena takut terhambat dan justru akan merugi.

"Karena ujungnya dia akan mengalami hambatan dalam jualan. Ini yang paling berat dirasakan industri. Sehingga siapapun tidak bisa berjualan ke mereka, dan itu seluruh rantai pasoknya. Ini yang kita hadapi," imbuh dia.

Sebab, tambah dia, 70% dari produksi sawit nasional akan masuk ke pasar ekspor. Sehingga, apapun yang terjadi dengan dunia internasional akan memengaruhi industri kelapa sawit di Indonesia.

"Ini tidak lebih sebagai kepentingan perdagangan, dan jangan lupa sawit kita 70% untuk pasar global. Banyak yang bilang oke kita tidak usah ekspor, produksi dalam negeri saja. Menurut saya tidak mungkin lepas dari pasar ekspor, karena surplus sangat besar sekali. Oleh karena itu, tetapi kita perlu proteksi kepentingan di pasar global," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
Kabar Gembira bagi Pemilik...
Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan
Isu Pengusaha-Buruh...
Isu Pengusaha-Buruh Jadi PR Besar di Industri Sawit
Cegah Karhutla, Menteri...
Cegah Karhutla, Menteri KLH Minta Pengusaha Kelapa Sawit Koordinasi dengan Gapki
Gapki Proyeksikan Ekspor...
Gapki Proyeksikan Ekspor Sawit Tahun Ini Capai Rp400 Triliun
Pemerintah Dorong Sertifikasi...
Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Hulu-Hilir untuk Keberlanjutan Kelapa Sawit
Berita Terkini
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
22 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
47 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
53 menit yang lalu
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
1 jam yang lalu
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
1 jam yang lalu
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved